Sepenggal Nafas Lagi

menidurkan mata dalam pejam malam yang miris
aku menghambur dalam kelebat angin dan hilang bersama gelap
sebuah kata mimpi tak terperi kini hadir untuk menyindir
berapa lama lagi kau hidup?

nuansamu adalah gemerlap lusuh yang tak terbasuh
engkau bertuan tapi tak berkawan
sebenar-benarnya jatidiri adalah mati
itu pasti

mengapa kau tanyakan itu teman?
bukan aku ragu
aku hanya tak mau semua ini pergi
lalu sepi dan sendiri

duniamu mengernyit dalam kening tuanya
memikir tajam guratan guratan masa
adakah jalan keluar yang nyaman untuk semua ini
semisal kejahatan telah membatu dalam nafasmu
dan kebatilan telah mengebiri keimananmu
angkau jual takwa untuk sekantung rayu
lalu layu

hidup tak seuntai nada padu
harmoni yang berujung di tonggak-tonggak kaku
yang memakumu dalam laku
dan hukum yang pasti akan berlaku

sirnalah sekujur angan itu
jikalau yang kau tanyakan itu terjawab
besok
nanti
atau sepenggal nafas lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s