Sepi

lagi,
tak banyak cakap diri bagi sepi
sebuah kemenangan akan berakhir jua
karena dunia hanya kefanaan belaka
lalu nafsu ini akan berakhir dimana?

kamus diri tak lebih membatasi
segala kata berarti ego diri
jurang dan jalan lapang sama saja dihadapan
tiada bertuan segala jiwa
hanya rapuh

sepi bukan karena sendiri
hilang hening dalam peluk jaman yang ragu-ragu
parau lenguhmu
semburat muram wajah jenuh
lalu jatuh

seperti buih lautan yang tercabik menuju pantai
tiap diri bertaut pada jiwa yang serakah lagi bengal
memperturutkan gejolak dengan semena-mena
bergelimang cinta pada dunia
dan berakhir merana

lagi,
sepi berlalu dan jiwa itu membatu
mengerdilkannya hingga tak berarti

lagi,
seutuh bongkah waktu terberai mendebu
dan lagi, menyisa siksa meluruhkan
dalam nisbi asa
memaku
sepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s