Ketika Getar Lain Menyapa Hati

hidup ini bak hamparan taman indah dalam buaian angin semilir bertabur cahaya
bertahta keajaiban layaknya putaran waktu di bumi yang misterius namun pasti
takdir telah dituliskan dan kau dapatkan ia terbentang untuk kau lalui
sebuah kapal cinta berlayar dalam kedamaian
istri tercinta nan sholihah yang menyejukkan hati
anak yang sehat dan penuh keceriaan
keluarga ini adalah anugerah besar dalam hidupmu

dan berlalulah masa
saat bahagia itu masih ada
istri yang setia dan anak yang makin lucu dan tak ingin terpisah
dan dien ini masih ada di hati
membuncah dalam kekuatan azam yang kuat
membuatmu berjalan makin mantab tanpa ragu

dan berlalu lagi masa itu
warna -warna lain berkelebat dalam cahaya yang membuat mata berbinar ceria
sehingga tampaklah keindahan lain yang membuat hati sang petualang merah jambu
desir hati dan degup jantung bak saksi bisu kesenangan yang disembunyikan
bercanda, tersenyum dan tertawa atau sekedar sapa dan teguran ringan

ah tidaklah mengapa, ini hal biasa saja

namun seberkas lagi kilatan itu menyambar hati
dan makin jelas ia menjilat dalam lilitan api yang membakar
hampir habis bahkan ketika kau tak sadar

wahai diri,
berhentilah sebentar, tarik nafas pelan dan pejamkan mata
biarkan sesaat pikirmu kembali ke masa itu
ke kisah membangun cinta sah yang pertama
yang membuat taaruf begitu syar’i dan lautan doa dalam ijab kabulmu
canda dan tawa berteduh di rumah samara yang kau citakan
lantunan ayatNya membalut harmoni yang kau bangun
dan terus saling berganti menjaga ketika yang lain sedang tak mampu terjaga

wahai diri,
kembalilah ke niat sucimu yang kau titipkan tinggi kepada langit
yang kau ukir dalam untaian doa penuh harap pada Rabbmu
untuk menjadi penjaga dien ini dan menabur cinta dalam kesucian niat dan laku hati
perbaikan diri yang kau susun sedikit demi sedikit
menjaga lisan, pendengaran, penglihatan dan hatimu
kau rela berbeda
kau rela berjarak
hanya agar Rabbmu ridho kepadamu

wahai diri,
cintailah lebih wanita tercantik dalam hatimu yang kini bertahta di dalam cinta halalmu
bawa kembali dia dalam tiap angan dan pikirmu
bahagiakan dia bahkan ketika dia tak sedang disisimu
taburkan kata-kata cinta, sayang, dan puisi sang pangeran pada sang putri hanya untuknya
biarkan hari-harimu berlalu penuh dengan kata-kata indah baginya
sentuh dia dengan lembut dan berikan perhatian tertinggi
cintai ia sepenuh diri, bidadari yang melahirkan anak-anakmu
lepas sebanyak mungkin egomu untuknya
buatlah ia tersenyum bahagia

lakukan itu wahai diri,
agar hatimu kembali terkait
dan getar lain yang melintas di hatimu tak akan membuatmu berpaling

wahai diri,
tak ada gading yang tak retak
sempurna itu hanya milikNya semata
kalaulah binar dan getar itu pernah membersit di hatimu
masihlah ada jejak panjang penghapusan yang sanggup menampung lautan kesalahan
kalaulah kau tersadar di titik ini
bukankah itu bukti cintaNya?
sekedar cambukan kecil yang menyadarkan
bahwa engkau telah punya anugerah terindah dan termahal yang telah dititipkanNya untukmu
syukuri ini dengan makin bersyukur lagi

2 pemikiran pada “Ketika Getar Lain Menyapa Hati

  1. Alkisah ada seorang petualang sedang berjalan-jalan menikmati indahnya sore. Senja jingga yang menyejukkan. Indahnya suasana mengobarkan jiwa yang penuh sukacita. Tibalah ia pada suatu kebun. Sejenak ia menikmati warna warni bunga yang tumbuh di atasnya. Lalu pandangannya tertuju kepada sesuatu. Ia tertarik kepada sebuah bunga yang cantik. Sungguh dalam hatinya ia berkata , betapa eloknya bunga ini, ingin aku menaruhnya di gelas kamarku.

    Iapun terlena, terbawa suasana senja jingga itu. Terbayang indahnya kamar dihiasi bunga yang cantik itu. Sesaat, dua saat, tiga saat sampai ia tersadar. Bukankah ia sudah memiliki bunga yang serupa. Lebih indah malah. Bukankah bunga di kamarnya yang selama ini menemani dirinya. Di saat ia butuh tempat berbagi. Di saat ia butuh kasih sayang. Ah sungguh bunga ini tak akan bisa menggantikan apa yang telah ia miliki.

    Namun hasratnya yang menggebu mendorongnya untuk memetik bunga itu. Dengan bahagianya ia bawa pulang. Dan dengan kasihnya ia berikan kepada istrinya. Dan ia mulai memahami bahwa cinta itu akan diwarnai dengan ujian. Bukan cinta bila kita tak pernah berusaha memilikinya. Bukan cinta bila tak ada riak di lautan. Bukan cinta bila ia hanya dituliskan. Cinta butuh pembuktian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s