Terpanggilkah Engkau?

Lirih berdesir di sisi rona para perindu
Ketika hati menekuk sepi
Aku membeli cinta pada gelap dan ketidakpastian
Menawarnya tinggi dan membawanya dalam mimpi
Kuasakah aku dalam energi ini untuk berlalu dan membawa hatiku tanpa luka?

Tak lagi ada kata-kata, selain persuasi bumi bagi mahluk untuk kekal disini
Lalu bingung sendiri saat masa pertanggungjawaban telah tiba
Mencari alibi namun nihil

Selalu dengarkan panggilan itu..
Cinta dan rindu selayaknya bertaut kepada langit

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s