Janji yang Baru

dalam sejenak aku terlempar dari keheningan jiwa yang coba kubangun
rentetan peristiwa memborbardirku hingga terkapar menggeliat sekarat
runtuh dinding itu di peraduan para pendusta
membakar sekejap saja segala asa kebaikan
ke titik hilang
ting!

dan
bergerak waktu
kisah jiwa berputar tak jauh jua
ke pusaran dunia yang membelit dan kusut tak terurai
rintihan dusta menghitam di kepekatan hati yang munafik dan penuh tipu
luka tak lagi terasa bagi hati yang mati, keras membatu, bebal, dan kurang ajar!

kumulai lagi untuk kesekian kalinya, sekali lagi dari berkali-kalinya yang tak lagi terhitung
aku berjanji pada diriku sendiri untuk memperbaharui diri dalam janji yang baru
menghias kisah dengan titipan kebaikan bagi bekal perjalanan
mengikis daki hitam tebal dan bau
berharap sempurna
akhir nanti

Rabb
untaian kata ini
bagian dari memorandum of understanding
antara hati dan laku yang bergerak dalam dimensiMu
jika tak terjangkau hingga masa takdir ditutup dalam ketentuanMu
kuberharap rahmat dan ampunanMu menyelamatkan diri hina ini ke cintaMu

Tempel bumi Allah, 11 Maret 2012

2 pemikiran pada “Janji yang Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s