Bara Sang Jiwa

lacur aku disembab hari
dikerumun pemakan bangkai di gurun yang menyengat
kudapan tiap pagi adalah bara api

sempit terkungkung
terkelupas dari satu mencerai-berai
memisah dalam semu mencabik sempurna

selayaknya saja berjalan
entah berapa lagi dapat bertahan
guguran itu makin jelas
tiap masa terlewat membuatnya makin nyata
berkobar-kobar mengancam jiwa

Semin, 18 Januari 2011

6 pemikiran pada “Bara Sang Jiwa

  1. masih belum berhasil memprosakan puisi diatas..orang awam memang sulit memahami kata-kata para pujangga. huft. intinya terus memperbaiki diri. ya bersama-sama tentunya..hehehe..

    1. jemari terkatup, tunduk pada semu sang jiwa
      letih melunglai dalam ucap “inilah takdirku”
      memegang janji : semua akan berbalas sempurna🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s