Sumbing (1)

dikakimu aku berdiri
membentang satu jurus kedepan
memandang kabut lerengmu yang terjal
meyakini satu hal : ini akan terjadi lagi!

seluruh badan tergerus angin
sempatkan pesan pada dindingmu yang basah “aku disini saja..”
hanya karena rindu
semua ini menjadi mungkin

dan tanjakanmu tak berhenti
malam yang meluruh cepat tak membuat perjalanan terasa kilat
semua perlahan
melelahkan

namun sungguh
keindahan itu terulang lagi
bentang cahaya malam yang berkerlip di latar gelap
mempesonakan rehat jiwa para pengembara
desau angin berpesan pada tebingnya
puncak tak akan jauh lagi
yakinlah

Sumbing, 31 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s