Puasa Hari Kedua : Sabar Tak Ada Batasnya

Bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa bisa menjadi obat manjur ketika pertahanan diri diserang dari luar, seuntai kata magis mampu menyihir emosi sehingga amarah naik ke permukaan dan siap dilempar kapan saja. Dengan bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa, kata pemantik amarah itu berlalu saja tanpa efek negatif ditinggalkannya. Dalam kondisi puasa, pertahanan diri memang harus dijaga ekstra ketat, sehingga tidak mudah bocor. Perlindungan ekstra ini bisa dilakukan dengan sedikit cuek dengan situasi yang berkembang, jangan diambil hati, tapi ambil saja hikmahnya. Kalau kondisi memuncak, lemparkan senyum selamat tinggal dan berlalulah dari gangguan agar puasa terselamatkan.

Tentu akan lebih “heroik” kalau kita mampu bertahan dalam hujan serangan tanpa meninggalkannya sama sekali, tetap tersenyum bijaksana… dan menghadapinya dengan sabar. Tapi kadang meninggalkannya juga lebih baik, dengan begitu serangan pihak lain tidak berlanjut dan itu artinya kita telah menghindarkannya dari dosa yang makin banyak karena marah-marah pada orang lain, bulan puasa lagi.

Setiap kita pasti ada keterbatasan dalam menyikapi perbuatan orang lain pada kita, ada yang mampu bersabar, ada pula yang tidak, tentu bersabar adalah lebih baik. Bulan puasa menjadi momen yang tepat untuk melatih kesabaran, kesabaran dalam menghadapi godaan dunia dan berfokus pada hidup bersih dengan niat ibadah. Harapannya latihan ini bisa diaplikasikan lebih lanjut baik dalam hari-hari di bulan puasa ini maupun dibulan-bulan setelahnya.

Semoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s