Merapi (5)

jujur aku hampir tak sanggup
beranjak dari pencapaian ini, meninggalkan sejuta keindahan di depan mata
kalau tujuan dekat dan mudah, siapkah kita terlena dengan keindahannya?

semampai tinggi di samping Pasar Bubrah
beranjak dalam langkah-langkah gontai menyisir batu-batu bergerak
merangkak meniti jalan sendiri di antara asap belerang
tersisir jiwa bergantung di atas tumpukan material labil muntahan kawah
lebih tinggi lagi
lebih dekat

disiram mentari tumpah meruah
bermandi angin kesejukan pesona ketinggian
aku berdiri di sini
di puncak tertinggi

Allahuakbar


Merapi, 13 Juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s