Merapi (3)

jejak ini terlukis oleh kerikil
batu besar dan kecil mengukir kisahnya sendiri
rumput dan pohon bersanding mengalunkan sendu lerang hijau
lukisan langit pekat terburai bintang
bermata elang menatap lanskap
menguncup dalam gundukan-gundukan hitam diantara suara malam

setengah perjalanan hampir berlalu
bukan landai bermuara taman-taman
tanjakan itu hampir tak berakhir, entah sampai kapan lagi
jika saja berlabuh adalah tujuan, rebahlah payah diri ke paraduan perdu
namun tak lebih selemparan batu memberi janji
raga nan lirih menyempit di kedipan akhir menjelang sepertiga malam
menunggu tanda-tanda dekat juga nampak

cukuplah satu sisi yang tercakup di antara parit batu
berlabuh barang setarik nafas selembar mimpi pagi
kuhempas panjang membujur
menepikan kunang-kunang kota di sudut mata

daun berbisik
angin menjerat kepingan raga dalam getaran
menembus dinding batu tebal menyusup menjarum kulit
menggugah raga : pagi hampir datang!

satu gerakan lagi, tak nampak jauh
dataran berbatu-batu berserakan menyambut
menentramkan harap pada gelimang cahaya yang akan tiba

garis benang putih yang hampir nampak di pagi mengalir
subuhku di Pasar Bubrah menyadar kuasaNya atas jiwa-jiwa ini
alhamdulillah

Merapi, 12-13 Juni 2010

Satu pemikiran pada “Merapi (3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s