Merapi (1)

hampir saja
semua rencana menjadi khayal belaka
langit menghitam terbelah dengan milyaran tetes air menghujam bumi
pasukan menggigil dalam gamang senja yang meluruh cepat
mengembara dalam gelap dan basah apakah mungkin?

ketinggian itu tetap menunggu, tegar menghadang zaman
lirih dalam alunan angin memanggil mereka yang bertekad
yang bersiap sedia menempuh segala medan
terkepal dalam semangat, tergugah dalam cita
tiada yang tertempuh tanpa perjuangan

Selo memuncak dalam liuk perjalanan aspal berlubang
dua sisi wajah bumi menunggu direngkuh
melambai hijau dalam remang malam
jalur-jalur itu merindu para pecinta
menempuhi detil lerengnya menyisir ribuan langkah dan nafas

merambah malam dalam kibasan sisa hujan
batang pohon itu berbalut basah
rumput mengantuk di pinggiran tebing
tanjakan demi tanjakan ditinggalkan dibelakang
merambat perlahan menuju pagi sempurna

eksotis tiada terkira
terlukis titik-titik cahaya terhampar
Subhanallah…

Merapi, 12-13 Juni 2010

3 pemikiran pada “Merapi (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s