KERING!

Di kotak persegi panjang itu dia berdiri, duduk dan mondar-mandir seperti setrika. Mata di wajahnya yang sayu sok ramah itu seperti lampu 5 watt berkedip-kedip tidak jelas antara mau hidup atau mati saja. Kadang membaca buku dihadapannya atau mengamati sampulnya, memandang langit-langit dan mulai menghitung gentingnya, membolak- balik koran mencari gambar paling menarik, iklan henpon canggih tapi murah, nomer perdana cantik yang mungkin sama dengan tanggal lahirnya, atau berita sensasi yang sudah kedaluwarsa. Kadang di sudut ruang di depan komputer melihat rekannya bermain petak umpet dengan mesin pintar itu sambil mendengarkan nyanyian setan dari wali kubur, lalu balik ke sofa tamu sambil mengangkut segelas teh manis, berjalan bak peragawan melintas catwalk sambil bawa ember cucian, mengobrol kesana-kesini seperti tamu acara talkshow yang tergila-gila kamera, tertawa-tawa, meringis, nyengir kuda, atau senyum simpul bak perjaka kena setrum.

Pagi itu terlewat dan hilang dari masa, tak ada dzikir, tak ada Dhuha, tak ada lantunan ayat, tak ada renungan akhirat, tak ada dialog spiritual yang membangun jiwa…

Terkadang…
Dunia begitu diperjuangkan padahal dia akan hancur berantakan.
Akhirat begitu diabaikan padahal dia akan kekal selamanya

3 pemikiran pada “KERING!

  1. Dunia begitu melenakan, terkadang kita terjebak pada rutinitas yang dianggap ibadah tetapi melalaikan dari ibadah yang sejatinya lebih utama.
    Terjebak oleh ijtihad pribadi, menggampangkan sesuatu, dan merasa paling aktif beribadah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s