Mozaik Syawal

mozaik_syawalMungkin hanya sedikit yang tersisa setelah berapa lama ini ramadhan berlalu dari hidupku… : sebuah penantian satu tahun kembali bermula, jika tak mampu istiqomah, hidup ini akan penuh duri dan lubang-lubang menganga, berkali-kali terjerembab dan penyesalan menjadi gundukan tak berarti.

Ada tobat sambal yang membuat antrian dosa menjadi panjang berdesakan.., jika masa ini adalah sebuah lembah niscaya telah terbanjiri oleh dosa, sehingga penghuninya megap-megap kehabisan nafas

Satu lagi problem laten (dan ini sangat penting!): hubungan dengan orang lain…
segudang problema ternyata berawal dari ketidakharmonisan hubungan dengan orang lain : konflik dan belenggu perasaan yang menggangu, konspirasi hawa nafsu dan egoisme terkamuflase dalam penampilan ramah yang semu menipu, amarah dan dendam menjadi bumbu penyedap yang setan berkilat-kilat karena gembiranya.
Banyak lagi…. dan bertumpuk-tumpuk membuat ketercapaian kembali ke level dasar

Alhamdulillah masih ada kesempatan memperbaikinya, momen saum syawal menjadi titik balik kembali ke suasana romadhon yang kondunsif. Ada banyak pe er pribadi yang mesti diselesaikan dan harus ada tekad kuat mewujudkannya. Ternyata beberapa kebiasaan baik harus dikondisikan meski dalam keterpaksaaan, karena hawa nafsu harus dipaksa sujud dalam ketaatan pada awalnya, suatu saat nanti semoga kebiasaan baik akan menjadi habit yang tak perlu lagi cambuk untuk menegakkannya. Juga kebiasaan buruk dan sesat, harus ada preasure kuat dan kontinyu agar ia tak kembali terulang, ada sanksi yang secara mandiri harus terdisiplin.

Namun kadang begitu hari berganti, semua azam diri turut terdistorsi, dari sebuah ketaatan menjadi ketidaktaatan, dan sebuah kebaikan berubah menjadi keburukan dalam hitungan detik. Tekad kuat melemah seperti benang basah ; tak mampu lagi ditegakkan. Sarana kebaikan menjadi rekreasi kesesatan yang bermuara kepada kedurhakaan…

Saatnya tiap diri menyadari : betapa kuasaNya atas hamba-hamba lemah ini tiadalah terbatas, selalu saja ketergantungan itu hanya padaNya, mutlak dan tak terbantah. Setiap jiwa terfitrah dalam kelemahan dan tanpa pencarian yang terus-menerus pada hidayahNya banyak jiwa akan kehilangan pegangan, meski ia terlihat kokoh dan tegak tapi pada hakikatnya ia rapuh dan miring ke jurang. Sedikit yang terselamatkan, sedikit yang mampu menjaga tekadnya mewujud dalam kenyataan…

Pencarian hidayah itu tak terbatas ruang dan waktu : dalam setiap kondisi dan situasi, dalam lapang dan sempitnya diri. Subhanallah, dalam pencarian itu terkadang bertemu dengan telaga yang mampu menyegarkan : hikmah! yang tersebar dimana-mana dan menjadi hak-ku untuk ku pungut kapan saja dimana saja…

Seperti kemarin saat silaturahmi ke kerabat dan tetangga: ada potret kehidupan yang membuatku tertampar : betapa rasa syukur menjadi barang mahal bagiku selama ini, ada keluguan dan kesederhanaan ternyata adalah keberlimpahan kebahagiaan. Ada juga kesabaran yang membuat aku malu, …. subhanallah. Juga ketidaknyamanan yang mewarnai sebagian hari-hari ternyata adalah ujian kesabaran untuk menuju ke kenyamanan di level berikutnya, apakah sabar atau tidak adalah pilihan yang bebas kita apresiasi sesuai kehendak jiwa, pilihan yang tepat akhirnya menjadi penentu apakah kita akan bahagia dalam kehidupan ini atau menderita…

Syawal ini adalah episode baru yang menjadi tonggak perubahan, romadhon yang bercahaya itu semoga mengalir sampai romadhon berikutnya…. menjadikan hidup yang hanya “… sesaat saja di siang hari..” ini : membekas kebaikan sampai nanti diakhirat. Amin

2 pemikiran pada “Mozaik Syawal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s