Rindu untuk Kembali

Luluhku dibelantara ketakjuban yang tak berakhir, disemestaNya aku bersujud mengharap satu : kerinduan ini akan terlabuhkan….
diantara puing-puing ini.. aku mohon pengampunanMu…
aku rindu padaMu ya Allah…

Terhenyak dalam perenungan kesekian kalinya, ketika kudapati sebuah perubahan telah melemparku ke atsmosfir ketidaksyukuran dan ketidakihklasan…. dalam tataran jiwa aku bergolak mencari identitas lama yang coba kubangun dan kutemukan ia menjadi berita usang sobekan koran tua disudut tempat sampah di pinggiran yang kotor…
Ada kepingan kecil ketidakselarasan yang kujadikan sebuah bongkahan pertentangan yang membara sebagai ketapel konfrontasi kepada siapa saja yang melintas di medan peperangan yang kukobarkan, astaghfirullahal’adzim….

Sungguh naif : jiwa yang hina mengais ketidaksyukuran dan mengumpulkannya menjadi amunisi kekecewaan, mengharap sebuah pengakuan besar dari setiap langkah kecil yang kulakukan.. Prasangka-prasangka buruk masih berkembang pada diriku… entahlah.. mungkin aku tidak ikhlas melakukan semua ini… aku membiarkan suasana negatif berkembang di sekujur tubuhku, aku bahkan menyelaminya untuk mendapatkan posisi nyaman sebagai bentuk pertahanan ketika emosiku terganggu : cara yang lemah menutupi kelemahan… astghfirullahal’adzim…

Rabb maafkan hamba ya Allah.. aku memanipulasi keadaan untuk mendapatkan pengakuan….

Berdetaknya jantung ini adalah tanda masih adanya kesempatan berubah yang Allah berikan, jika detik telah melebur dalam kedasyatan hari yang dijanjikan maka tak satupun jiwa dapat terlepas dari kengeriannya, hingga sangkakala ditiup untuk yang pertama sesungguhnya permadani kemudahan telah tergelar, untuk diri yang sadar diri : untuk apa ia diciptakan dan pada siapa ia akan kembali… betapa mahalnya tiap saat tergulirnya waktu, yang tak akan kembali meski berharap sampai berdarah-darah..
saat seharusnya untuk menuangkan karya terbaik untuk orang-orang tercinta, memberikan mereka kasih sayang dan cinta dengan tulus dan ihklas, memberikan seluruh hidup untuk sang Kholiq dan menuangkan ke jalan kebenaran seluruh energi penghambaan untuk meraih ridhoNya.

Rabb… jika masih tersisa untuk diriku kebaikan, sungguh tak satupun nikmatmu yang mampu kubalas, meski aku bersujud sepanjang hidupku tak akan mampu menggantikan tiap nikmat yang Engkau curahkan kepadaku…
Rabb… jika masih tengadah tangan ini memohon nikmat lagi dariMu, sungguh betapa kurang-ajarnya aku tidak bersyukur atas nikmatMu…
Rabb… jika kebaikan yang kulempar adalah kail yang kuharapkan mendapatkan ikan besar imbalan dari mahluk, sungguh kehinaan telah meliputi diriku, menjual kemenangan disisiMu dengan dunia yang fana…
Rabb… jika masa menungguku kembali… tak ada satu jalanpun yang akan kutempuh selain kepadaMu… lapangkan untukku ya Allah…….
Sisakan untukku ya Allah… kesempatan kembali kepadaMu dalam ridho dan ampunanMu…

Amin…

4 pemikiran pada “Rindu untuk Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s