Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Langit membiru di belantara keniscayaan penciptaan yang tak tertanggung keindahannya
Mentari beredar dalam garis edar yang pasti dan teratur yang telah ditentukanNya
Berarak awan dalam keharmonisan tasbih yang mensucikan satu-satunya Tuhan, Dia yang mengkreasikan semuanya dalam tatanan yang rapi dan teratur…gunung yang menancap dalam ketundukan bumi pada ketentuanNya, mematri pijakan agar tidak terbelah karena beban memanas yang mendesak dari intinya.
Di lerengnya… kehijauan terhampar sampai ke kaki-kakinya, mengalir air dengan kekentalan yang tepat, yang dari sana mahluk-mahluk minum dan menyegarkan diri.

daun3tumbuhan dengan segala kemanfaatannya, buah-buahan yang berwarna dengan berbagai rasa, dan kepekaan lidah untuk mengecap segala rasa yang tersedia…

sungguh tak ada yang tercipta di alam ini…
kecuali dengan pengaturan yang sangat detil dan presisi
semua yang ada di alam ini, begitu terencana, dan dalam ukuran yang tepat…
semuanya dalam rentang penciptaan yang agung dan tidak sia-sia.

sejatinya, setiap embun di pagi hari telah di tentukan waktunya kapan ia menetes…
setiap helai daun yang berguguran telah di pastikan kapan ia akan terlepas dari rantingnya dan ke arah mana dan sejauh mana ia akan terjatuh…

semuanya… semuanya tak terkecuali… yang kecil yang besar, yang berat yang ringan, yang nampak dan yang tersamar, yang dipandang dan diabaikan…
subhanallah…..
semua telah diaturNya dengan sangat rapi, teratur, tepat, presisi, dan pasti!

lalu dimana aku diantara keteraturan itu?
dalam rentang antara ketergesaan dan penundaan,
ketidaksadaran akan kenikmatan melimpah yang kukecap dengan indra setiap detiknya..
kelalaian dari mengingatNya, kesombongan diri dan tidak bersyukur…

maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

bahkan helaan nafas inipun adalah nikmat kemurahanNya, yang dengan itu aku masih mampu merasakan, mendengar, mengecap, dan melihat karuniaNya yang terhampar dalam kelimpahan nikmat-nikmat yang tak akan pernah mampu kuhitung…..

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim 34)

Dikirimkan di Tak Berkategori. Ditandai .

4 pemikiran pada “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

  1. fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ???

    #fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? fabi ayyi aalaa i rabbikuma tukadzdzibaan ? …

  2. ” wainta’uddu ni’matallohi laa tukhsuuha” jika kamu menghitung nikmat Alloh niscaya kamu tidak akan sanggup

    bener sekali…teringat sebuah tulisan tentang jawaban para orang-orang sholeh ketika ditanya tentang kabarnya
    ” pagi ini Alloh telah memberikan banyak nikmat , tapi selalu saja aku lupa untuk mensyukurinya”
    para orang2 sholeh terdahulu yang selalu banyak bersyukur saja masih bilang klo lalai..apalagi orang yang masih gak mau bersyukur..mau dibilang apa?
    mungkinkah orang2 saat ini telah lupa bahwa nikmat itu berasal dari Alloh, sehingga mereka enggak tahu harus berterima kasih kepada siapa..
    ataukah mereka menganggap bahwa ini semua hanyalah kebetulan belaka..
    Ya Alloh sungguh hambaMu ini lalai dari bersyukur kepadaMU…Ya Alloh ampunilah aku…

    #tiada yang lebih baik dilakukan, selain mensyukuri setiap nikmat yang terlimpah untuk kita, sebelum waktu yang fana ini berakhir… dan tak ada lagi kesempatan bahkan untuk sekedar berucap Alhamdulillah….

  3. bersyukurlah orang-orang yang selalu mengingat nikmat yang diberi Allah baik itu dalam kesusahan ataupun kesenangan.
    blognya bagus selamat berkarya semoga sukses, silahkan berkunjung keblog kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s