Kesadaran akan Waktu


(aku berbicara pada diriku dengan dengan kata ganti “kita” = agar aku merasa punya teman yang merasakan hal yang sama)

pada hari-hari terakhir bulan Mei ini….di Jepang sana : sakura (mungkin) sudah tak lagi mekar, tak terasa sudah 5 bulan berlalu di tahun 2007 ini, sebentar lagi akan masuk ke pertengahannya dan kemudian tahun ini berlalu juga dari kehidupan kita.

detik-detik terakumulasi dalam menit, kemudian dalam jam, hari, minggu, bulan, dan tahun… dan tiba-tiba! : … ia telah terenggut dari diri kita, tinggallah kita di alam lain dengan sistem waktu yang lain…

menyadari betapa waktu yang berlalu sangatlah berharga bagi persiapan kita mencapai ujung kehidupan dunia, yaitu : kehidupan kedua di akhirat.
apa yang berlalu sudah tidak akan dapat kita raih kembali sekalipun kita memohon jutaan kali. *)

apa yang kita lakukan semua dalam pengawasanNya dan kita bertanggungjawab di setiap detik langkah kita, sungguh merenungi kembali jalan kehidupan yang terlewat dan berjaga-jaga untuk waktu yang akan segera datang adalah lebih bermanfaat dari sekedar perencanaan-perencanaan panjang kehidupan dunia kita, sementara kita tidak pernah tahu kapan akhirnya waktu dunia berhenti untuk diri kita. dan akhirnya : masuk kedalam kubur…

love_3.jpg

menjadi diri yang berakal sehat bukan berarti kecerdasan menjalani kehidupan dalam setiap bidang pekerjaan kita, tapi berakal sehat adalah mereka yang dengan kesadaran diri mempersiapkan kehidupan dunia untuk menyongsong kehidupan akhirat. sesuatu yang haq dan pasti.

kesadaran akan waktu : adalah tanggungjawab masing-masing individu, karena setiap orang akan menanggung amal perbuatannya sendiri. Bersiap atau tidak menyongsong kehidupan akhirat adalah pilihan, siksa atau nikmat sudah kita pilih sejak kita hidup di dunia. Sementara kesempatan itu masih ada.. detik-demi detik masih mampu kita rasakan : inilah saatnya memulai (kembali) menghitung mundur perjalanan kehidupan, mulailah dari ujungnya yaitu kematian, ajal yang pasti datang dan kehidupan kedua yang menyongsong kemudian.

memformulasikan diri dalam keyakinan yang benar-benar “yakin” terhadap putaran kehidupan yang telah ditakdirkan untuk masing-masing kita sehingga saat membuka dan menutup hari semoga tetap dalam lingkaran kesadaran akan akhir yang mengintai lebih dekat dari helaan nafas.

kesadaran akan kehidupan kedua di akhirat pada dasarnya adalah kesadaran universal yang tidak mengenal batas-batas pengkotakan manusia, karena mustahil dunia dan mahluknya diciptakan dengan beban syariat tanpa ada pertanggungjawaban setelahnya. Tinggal apakah kita mengimaninya, atau tidak.

aku pernah menyaksikan, sebuah kesadaran akan waktu yang meretas dalam tindakan ibadah yang kontinyu dan istikomah :
seorang bapak muda yang bersahaja dan sederhana, telah membagi 24 jam waktu seharinya dalam 5 penggal waktu sholat,
sesekali aku mendatangi jamaah, selalu saja ku temukan dia sudah duduk dalam posisi yang sama, shof pertama dibelakang imam sebelah kanan.
ia hampir selalu menjadi yang pertama…
dan itu … telah bertahun-tahun yang lalu ia lakukan……
padahal ia juga seperti kita yang menanggung kehidupan keluarganya, ia juga bersosialisasi, ia juga mempunyai masalah yang harus dipecahkan…
hanya saja : ia telah mengaitkan hatinya dengan kesadaran akan waktu, akan waktu yang tiap detik berlalu , akan kesempatan meraih bekal sebanyak-banyaknya dari tiap jamaah yang ia ikuti….. Ia meyakini sesuatu dan ia mencoba meraihnya dengan istikomah…

Ya Rabb… sadarkan aku sebagaimana mereka yang lebih dulu sadar, akan waktu yang tak lama lagi…
untuk berbekal menuju ampunan dan keridhoanMu….
amin….

(posting ini “sangat” terinspirasi dari tausyiah Ustadz M. Anis Matta, “manajemen waktu” yang kutemukan di folder “Nasyid” di mydocoment-ku)

*) dari puisi “Sadar”

Dikirimkan di Tak Berkategori. Ditandai .

Satu pemikiran pada “Kesadaran akan Waktu

  1. seringkali kita menyalahkan waktu, mengapa berjalan lebih cepat, tahu-tahu sudah maghrib, padahal kita sendiri yang sulit mengatur waktu bahkan untuk 5 waktu saja.

    # ah betull! begitulah “kita”. Menjadikan 5 waktu sebagai penggal kegiatan kita, mestinya jadi agenda utama di sisa hidup kita, …… Rabb tolong kami…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s