DIALOG HATI

Aku menyudut dalam ruang sempit yang menghimpit, tak kuasa aku bertahan sedetik saja dari sisa-sisa ini kecuali uluran tali kasihNya masih dalam genggaman.
membiarkan hati dalam gemerlap dunia sedetik saja, membuatku kering dan gersang, saat ku biarkan ia berpijak disana, aku tak sanggup menariknya penuh dalam dekapan, melainkan ia meronta-ronta tidak mau lepas dari kenikmatannya.

Sisi hati yang bercahaya itu meredup, ketika fitnah menghujam dari seluruh penjuru angin…
noda hitam itu terakumulasi dalam kekuatan dasyat mendorong keluar kesucian hati, dan menjadikannya rumah yang nyaman bagi nafsu dan kemungkaran.

Kalau harus memilih.. sesungguhnya pilihan itu terbuka luas sejak bumi di hamparkan untukku, ketika dunia mewujud dalam semua indraku, Dia telah memberikan keluasan pilihan..nikmat atau siksa………….

Ketika waktu beranjak dari putarannya menuju titik penghabisan, sesungguhnya kesempatan itu makin tipis dan berkurang, kalau aku merasa masih punya kesempatan untuk menunda lagi, dan lagi.. sungguh itu adalah tipuan yang besar dan dasyat..

Sadarkah aku..?

Kemarin dan hari ini, atau esok hari yang tidak pasti, adalah sisa-sisa yang makin tak teraih bagi jiwa yang merindukan ketentraman sejati. Ketika harapan akan adanya waktu yang lebih baik di kemukakan sesungguhnya itu hanyalah penundaan menuju kerugian yang pasti akan disesali…

Kalau sudah pasti akan menyesal mengapa tidak mempersiapkan sejak sekarang? Naif sekali!

Waktu telah membangun dirinya sendiri untuk kemudian aku hancurkan dengan menunda-nunda dan tergesa-gesa, ketika batasan telah terlewati, penyesalan yang akhirnya didapat.

Seandainya ada keluarga, teman, sahabat atau saudara yang mau mengingatkan – dalam dunia penuh fitnah sekarang ini – kehadirannya adalah pembangun jiwa dan memperteguh keyakinanku akan kebenaran. Kebenaran bahwa semua yang aku jalani adalah fase mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang tak berakhir di akhiratNya nanti.
Dialog hati bukanlah tentang dunia dan
perhiasannya, atau gemerlapnya yang warna warni, tapi saling mengingatkan pada hikmah dibalik peristiwa, pada hari akhir yang pasti terjadi, pada ketundukan hati menjaga perintahNya menjauhi laranganNya, tentang merajut asa di sepertiga malam, menyelami kitabNya, berpayah-payah mendatangi jamaah, berdiri dan sujud saat matahari sepenggalahan naik, membagi kemanfaatan kepada sesama, menjaga kesucian diri, memperbanyak istighfar atau berdiam diri sebagai refleksi bahwa menjaga lisan adalah benteng yang kuat dari terjerumus ke dalam kehinaan.
Meskipun semua itu terberai dalam serpihan, aku berharap mampu memungutinya satu persatu sambil menjalani hidupku, dan berharap suatu saat nanti akan menjadi kendaraan menuju taqwa yang sesungguhnya

Dialog hati…. dialog dari kefanaan kepada kekekalan, dari fatamorgana kepada realitas yang pasti mewujud….
Dialog yang mengkonfirmasi antara tindakan dan akibatnya, antara amal dan balasannya.
Dialog yang menggugah kesadaran diri akan kehakikian penciptaan, pertanggungjawaban dan hisab yang pasti hadir.

Bukan berbantahan, pembelaan diri, penghujatan atau membangun komunitas rasio yang naif, sementara hati berkarat dan sebentar lagi di jual murah dipasar-pasar dunia yang makin menua.

Rabb.. tak kuasa aku menanggung semua beban kehidupan ini andai Engkau tidak meringankannya untukku, sendainya aku merasa nikmat dengan dunia, sungguh itulah cobaan besar yang mudah merenggutku dari jalanMu
Rabb.. hanya perlindunganMu dan KuasaMu, kasih dan sayangMu, rahmat dan ampunanMu yang membuatku bertahan…
surga-neraka

“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya” QS. Al Mu’min 18

Dikirimkan di Tak Berkategori. Ditandai .

5 pemikiran pada “DIALOG HATI

  1. mengajak zuhud mas? ya, berandai-andai jika semua menyempatkan diri untuk ini, wah damai bukan cuman harapan

    #nggak juga mas pey, sekedar menyuarakan pemberontakan diri dari keterkekangan pada dunia, nggak labih, dan pemberontakan tidak selalu berakhir kemenangan kan..
    , dan andai-andai itu mungkin akan tetap menjadi andai-andai…

  2. dialog hati?
    apa sih yang dimaksud dengan “hati”?
    bukannya yang guss ungkapkan itu dialog “akal sehat”?

    #kalau menurut Pacaran Islami itu dialog akal sehat : monggo saja, bebas koq mempersepsikan menurut versi masing-masing. Tapi menurutku itu tetap dialog hati, dialog hatiku sendiri,🙂 . “hati” menurutku adalah cerminan kebenaran yang mendasar, dimana baik dan buruk bisa dipertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s