Samudra Anugrah dalam Titian Cobaan

green Hari-hari terakhir ini aku mendapat anugerah besar dalam hidupku, ketika sebuah cobaan berangsur-angsur terkurangi, meski belum benar-benar hilang, itu adalah permulaan yang luar biasa dari takdirNya untukku..
Alhamdulillahirobbil ‘alamin

Ketika aku menyadari betapa luar biasanya nikmat yang Dia anugerahkan aku hanya bisa tertunduk, malu rasanya menghadang hidup dengan ketidaktaatan dan ketidakistikomahan sementara nikmatnya terus mengguyurku tanpa henti..
Ketika aku terperangkap dalam sebuah masalah yang kelihatannya sulit untuk diuraikan aku kembali kepadaNya.. aku mengadu kepadaNya…
Aku mencoba menerima takdir ini.. tapi :… aku tidak seteguh yang ku kira.. aku mundur beberapa langkah dari titik pencapaianku sebelumnya, aku tidak mampu istikomah.

Namun Allah Maha Pengasih dan Penyayang
arRahman yang sesungguhnya arRahim yang tiada batasnya.
Ketika aku menyadari kesalahanku, aku menguraikan kembali jalinan kusut masalahku dalam do’aku padaNya, dan dengan tetap ikhtiar semampuku, akhirnya Dia membalas do’aku dengan mengurangi masalahku..
Dia…. Benar-benar Maha Kuasa atas segala sesuatu
Tidak ada yang mustahil untukNya, tidak ada!
Rabb…terimakasih.. syukurku untukMu
Alhamdulillahirobbil ‘alamin

Saat ini, aku makin menyadari betapa nikmat hidup jangan pernah disia-siakan. 5 Perkara sebelum 5 perkara : sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati .
Karena setelah semua itu hilang, penyesalanlah yang akan didapat. Hidup hanya sementara… dan di akhirat nanti tidak akan ada lagi kesempatan. Dan jarakku kepadanya tidak lebih dari satu helaan nafas saja…….
Astaghfirullahaladhim….

“Wahai orang-orang yang lalai, bersungguhlah dalam perjalanan.
Kau hanya bersenda gurau dan sedikit berbekal.
Andai kau tahu apa yang bakal engkau temui esok,
Pasti kau akan lunglai karena ratapan dan tangisan.
Murnikan taubatmu, kau akan mengambil hasilnya.
Sungguh sisa umurmu tinggalah sedikit.
Janganlah kau tidur saja kalau kau memang orang yang cerdas.
Karena sudah cukup lama, kau tidur terlena”*)


*) Al-Fawa’id 198 (secara ringkas) – dari “Muhasabah Menuju Penyucian Jiwa – Abdul Malik bin Muhammad Al-Qasim – halaman 23 paragraf 3 – Pustaka Arafah – 2005

Dikirimkan di Tak Berkategori. Ditandai .

5 pemikiran pada “Samudra Anugrah dalam Titian Cobaan

  1. terima kasih, sungguh cuman temanlah yg mengingatkan dengan tulus ikhlas

    terimakasih juga, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran adalah orang-orang yang tidak merugi .. semoga kita dalam golongannya.. Amin..

  2. sungguh , dalam kesulitan akan ada kemudahan..kesulitan itu diapit oleh dua kemudahan…ketika kita mendapat kesulitan maka ingat bahwa disamping itu ada kemudahan…. selamat berjuang saudaraku… teruslah saling menasehati dalam kebaikan dan takwa

    # InsyaAllah… keyakinan akan hal itu adalah mutlak bagi ujian keimanan kita akan kebenaranNya.. tengkyu brother!

  3. Membaca tulisan sampean adem… pikiran.
    OOT: Dulu sampean kirim email ke saya tapi saya cek kok gak ada yah… yang mau tanya ubuntu itu?

    # adem dan ayem..semoga menular ke penulisnya juga yang kadang belum mampu merasakannya. Tengkyu mister email sudah lancar, BTW : sesekali cek spam juga siapa tahu kontakku kesasar kesana!.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s