Mereka Akan Mendatanginya, Sekalipun Dengan Merangkak

sky
Pagi masih sunyi.. ditempat lain mungkin aktifitas sudah mulai,
sementara aku masih terperangkap dalam tidurku, entahlah aku mengantuk sekali pagi itu..
ketika aku terjaga alunan pujian dari masjid telah memanggilku, aku melongok jam disampingku : jam 04:35 !! telat!!
bergegas dengan cepat sambil terhuyung, sarung dan penutup kepala kuraih dan segera menghambur keluar menuju panggilan yang kelihatannya akan segera berakhir..
dan baru keluar beberapa langkah : iqomah telah dikumandangkan! aku berjalan cepat setengah berlari (….darurat!) menyusur jalan remang menuju panggilan yang tidak lagi terdengar … akhirnya dengan tergopoh sampai juga aku di jamaah itu, mereka telah rukuk yang pertama …
sekali lagi (dari kesekian kalinya yang tak terhitung..) aku terlambat..

Rasanya pagi itu adalah keterlambatan yang sangat fatal.. bagaimana jika itu adalah gerbong keselamatan yang terakhir dan aku bukan salah satu penumpangnya…??
bagaimana jika pagi itu adalah saat terakhir keberangkatan dan aku tertinggal sendirian….??
adakah kesempatan lagi bagiku jika itu benar-benar yang terakhir..??

aku sedang tidak mendramatisir keterlambatan itu…
pagi itu aku benar-benar merasa : “tak ada kesempatan lagi”…
terpikirkan hariku setelah itu : amalanku yang biasa saja apakah sanggup berdampingan dengan maksiat dan kesia-siaan yang membebani timbangan perbuatanku. Sementara waktu bergulir terus tak akan dapat diraih lagi apa yang sudah terlewat.
aku hanya menakar betapa mahalnya kesempatan itu…

“... sesungguhnya apabila mereka mengetahui apa yang ada didalam sholat Shubuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak..” *)

merangkak !!!! …. astaghfirullahhaladhim..
adakah gambaran yang lebih dasyat dari itu ??

sebelum sampai waktunya aku benar-benar merangkak, aku ingin berjuang mendapatkannya…..penggalan pagi yang mungkin untuk yang terakhir kali…

*) : HR Ahmad dan An-nasa’i , sebagaimana yang tertulis di halaman 19 paragraf 4 “Misteri Shalat Shubuh” – dr Raghib As Sirjani – Aqwam 2007

5 pemikiran pada “Mereka Akan Mendatanginya, Sekalipun Dengan Merangkak

  1. wah jadi terharu…historik bangeeetzzzz….

    maap ni bukannya sok tahu ato sok pintar cuma memberi tahu saja… dalam sebuah hadits yang pernah saya baca ( maaf lengkapnya kurang hafal secara tepat seperti tertulis tetapi disini intinya saja ) bahwa kita tidak boleh tergesa-gesa dalam perjalanan menuju masjid..kita harus khusyuk meskipun iqomah telah dikumandangkan..apa yang kita dapati dari imam maka ikutilah dan kekurangannya kita sempurnakan.

    nah itu yang pernah saya baca…. lagian kan ono motor to…tinggal tancap gas…hehehehe

    betul sekali bahwa kebenaran harus diungkapkan.. ini juga sarana untuk semua belajar, aku sebenarnya sudah tahu dari baca buku; cuma begitulah .. suasananya terasa begitu “mendorong” untuk mempercepat langkah.. hadist lengkapnya ntar saya tambahkan kalau pas ada bukunya.. nggak hafal juga .. he.. he..

  2. Tapi ada hadist lain dimana waktu itu Umar r.a sedang asyik di kebunnya, hingga tiba waktu sholat. Ternyata Umar terlambat Takbiratul Ihram. Kemudian karena menyesali keterlambatannya itu, beliau memberkan kebunnya kepada Dakwah Islamiyah

    luar biasa… bercermin pada para sahabat membuat tersadarkan betapa nggak ada apa-apanya kita ini

  3. kalo habis baca gini pengen, tapi baru pindah blog sudah lupa lagi, dasar manusia!

    pengenlah sedikit demi sedikit karena lama-lama menumpuk juga menjadi bukit tekad untuk mewujudkannya, betapa janjiNya tidak pernah teringkari. Kalau ada kesempatan kenapa ditunda?, sedang esok hari belum pasti milik kita.

  4. setelah mengalami yang namanya tergesa2 saya dapat mengetahui hikmah dibalik “kenapa harus tetep khusyuk berjalan” yaitu agar ketika kita mendirikan sholat bisa khusyuk..karena klo sambil terengah-engah karena abiss lari itu bisa bikin gak khusyuk…ya kalo bisa sih jangan sampai telat…monggo sami istiqomah…yuuuuuks

    99% setuju + belum lagi kalau malah “batal” … habis deh!
    istikomah…..yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuks

  5. #rip :
    ini di hadistnya : Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW., beliau bersabda : ” Apabila kalian telah mendengar iqamah, tetap berjalanlah kalian menuju shalat berjamaah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa dan janganlah kalian mempercepat langkah kalian. Selanjutnya, kerjakanlah rakaat yang kalian dapati (bersama imam) dan sempurnakanlah rakaat yang tertinggal.”

    semoga setelah ini.. dapat mengamalkannya Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s