Kembali ke Kematian

ingat_1;
Aku masih tertidur lelap ketika isyarat pesan pendek berbunyi membangunkkanku : “bapaknya pak**** meninggal….
, terbayang dipikiranku kesedihan keluarga yang ditinggalkan, bulan-bulan terakhir ini almarhum terkena stroke dan perawatan sudah dilakukan dengan beberapa cara, dan akhirnya…..

 

 

Terlintas bayangan keadaan yang sama menimpaku…siapkah..??
inilah takdir yang tak terhindari, pemutus semua nikmat, penghenti semua amal, pelepas semua lencana keduniaan..
tidak akan ada yang mampu lari darinya, sekalipun berlindung dibalik benteng yang kokoh, jika sudah waktunya ia akan tetap menghampirinya. inilah titik yang sama dimana semua manusia menuju ….. : kematian

Aku hempaskan tubuhku diatas kenikmatan dunia, aku palingkan wajahku menuju arah kiblat sekedar memposisikannya agar nyaman bagi ragaku.. padahal : mungkin saja pesan pendek itu datang dari arahku dengan kabar yang sama…..
sesungguhnya seluruh hidup ini di perjuangkan untuk menuju pada kematian, kesenangan atau kesedihan bermuara pada kubur yang sama, harta dan kedudukan terhenti pada lubang yang sama….
Seandainya ia datang pada saat seorang hamba dalam keiklasan padaNya, dalam keimanan yang terjaga, dalam kebersihan dari dosa-dosa karena telah diampuniNya, pantaslah untuk tersenyum dan tenang …..

Tapi.. semua itu misteri yang hanya Dia yang tahu….
kapan ? dimana? dalam keadaan bagaimana? diterimakah amalku? diampunikah dosaku? ridhokah Dia kepadaku? …
sesering apakah pertanyaan itu aku ungkapkan kepada diriku sendiri..?? kelalaian pada kematian membuat aku mudah bersikap ringan dengan persoalan yang tidak ringan, menunda dan tergesa-gesa, atau sekedar berkunjung ke sebuah blog dan meninggalkan komentar yang – meski hanya satu kalimat – itu nantinya akan dikembalikan kepadaku dengan segala konsekuensinya, tidak satupun yang dilupakanNya…

Kembali ke kematian adalah titik balik kembali kepada fitrah mahluk, kembali kepada kehakikian penciptaan, kembali kepada kemurnian hati nurani yang selalu bertaut kepadaNya. Kembali ke kematian adalah solusi bagi banyak masalah kehidupan, pengerem segala tindakan dosa, penghambat perbuatan durhaka, dan penghindar dari perbuatan sia-sia..

Kembali ke kematian..
ke kematianku sendiri : saat jasad terbaring kaku, kain kafan putih menyelimuti…..

Dikirimkan di Tak Berkategori. Ditandai .

Satu pemikiran pada “Kembali ke Kematian

  1. Ping-balik: GUSS!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s