guss!


Apakah angan itu cukup saja bagiku?

Tinggi menjulang dalam angan kita, sebuah bayangan masa depan gemilang penuh kebahagiaan, bermandi cahaya dalam kamar-kamar yang merindu setiap insan, membentang keindahan tak terlukiskan dengan segala keinginan yang dikabulkan, begitu dekat dan begitu mudah. Ujung harapan itu begitu kemilau, aku ingin terpesona olehnya dan menjadikanku terus menatapnya, mengunci mati dalam hatiku dan menjadikanya sesuatu yang kuperjuangkan selalu.

Namun…

Apakah angan itu cukup saja bagiku, menuliskannya, mengucapkannya sesekali dan melupakannya sepanjang hari?

Sangatlah indah ketercapaian itu, dan beratlah dirasa perjuangan kesana, ketika azam ini memenuhi kalbu dan mantab membatu dalam tekad, terbentanglah tapak-tapak harapan menuju gemilang cahaya kesuksesan, diperjalanannya terasa beban itu akan memuncak berat, langkah-langkah gontai menanggung janji-janji sendiri, kalbu yang kuat membaja melebur dalam kelemahan dan tercerai-berai menjadi sisa-sisa asa yang makin menghilang.

Astaghfirullah…

Jikalau kita tatap awal perjalanan ini atau ditengah-tengahnya, terasa semua itu menjadi beban yang siap kita letakkan setiap saat, kita tinggalkan dipinggir, dan membiarkan diri menikmati saat-saat dunia, merayakannya dan bercengkerama dalam rencana-rencana pendek yang mudah dan murah. Tapi jika kita tatap ujung perjalanan ini yang hanya ada dua pilihan : NIKMAT atau SENGSARA,betapa semua usaha-usaha itu bukanlah beban sama sekali, semua itu adalah proses yang pantas dan wajib kita perjuangkan, bukan untuk siapa-siapa tapi untuk diri kita sendiri. Pantasnya kita selamat dari setiap kerikil yang menghadang untuk tekad sekuat baja yang memaku kalbu di kesadaran tertinggi, tapi nyatanya : kita bergelimpangan menjadi korban-korban kebodohan kita sendiri.

Luar biasa dan takjub : bagi mereka yang telah memilih jalan ini tanpa ragu, kuat seteguh karang berjalan di zona peperangan hawa nafsu, tidak goyah dan istiqomah. Keluar sebagai pemenang yang dihadiahi surga dan melihat wajahNya. Generasi terbaik umat ini yang mungkin tak kan pernah hadir lagi dalam sejarah kehidupan dunia …

Mengharum namanya bersama kecintaan mereka pada Tuhan Sang Pencipta. Menoreh dalam prasasti kekekalan segala kebaikannya yang membubung tinggi menembus setiap angan kefanaan. Keindahan jiwa-jiwa perindu, yang tetap khusyuk diantara anak panah yang berterbangan dan pedang berkelebat. Saat darah mengucur diperjalanan itu, tak ada beban diwajah-wajah mereka, tak ada duka, tak ada rasa berat yang ditanggungnya. Mereka menatap ujung perjalanan yang berkilauan penuh kenikmatan, melupakan setiap luka dan melaju menggapai kemenangan dengan tetap istiqomah dijalanNya.

Sedang disini, betapa banyak kehidupan berakhir sia-sia, merana sepanjang hayat dan mati untuk sengsara

Astaghfirullah…

Rabb… kesadaran itu seperti burung, hinggap sesaat dan terbang jauh entah kemana, sementara waktu untuk berbekal makin menipis.

jikalau kemilau itu bukan angan semata, pandu kami Rabb, menggapainya tanpa lelah sampai kapanpun… Amin



Fawwaz Ahmad Mumtaza
Fawwaz-Ahmad-MumtazaPenantian berbulan-bulan itu sampai pada ujungnya, sebuah mahakarya penciptaan yang menakjubkan terlahir didunia, tangisnya menyeruak hening di sepertiga malam yang terakhir… Sosok yang tercipta atas kuasaNya dari sari pati air yang hina, terpelihara dalam rahim yang kokoh selama waktu yang telah ditentukan, berproses secara teratur dari sesuatu yang lain menjadi wujud yang lain lagi dan bertumbuh dalam desain yang luar biasa.
Segala yang terjadi selama masa penantian itu ternyata adalah ujianNya yang nyata untuk menguji apakah akan menjadi hamba yang bersyukur ataukah kufur.
Perjuangan hidup mati selama berjam-jam berakhir kemenangan, satu mahluk baru mungil menatap dunia, mengabarkan banyak harapan masa depan dan menitipkan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan bagi para pengembannya. Prosesnya begitu heroik, dramatis dan sarat hikmah, disaat-saat ketika rasa sakit hampir tak tertanggungkan, kekuatan hampir saja tak daya lagi, disaat itulah kuasaNya sungguh mutlak terasa, betapa tak ada kekuatan sedikitpun mahluk menentukan detik perjalanan hidupnya.
Dia yang menentukan segala-galanya, yang menyembuhkan dan memudahkan, yang memberi kekuatan bagi hambaNya.
Alhamdulillah.. puji syukur padaMu ya Allah.. untuk karuniaMu ini, amanah yang membuat setiap adam merasa ada, kebanggaan bagi hawa telah terpilih menjadi bagian dari kuasa penciptaan yang dasyat. Semoga menjadi hambaNya yang banyak keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat, menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang terpuji akhlaknya, sholeh dan berguna dalam segala kebaikan. Amin.


Kesuksesan itu sangatlah dekat
Mei 21, 2008, 10:40 am
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: , , , ,

Seperti berbingarnya jiwa yang meretas di fajar merah, untuk sebuah kebahagiaan tak akan pernah ada kata menyesal…

Inilah harga mati yang tak bertawar : "kesuksesan adalah ketika kaki kita telah melangkah di dalam surga", sebuah idealisme yang membumi di hati menghujam jantung memaku tiap persendian ke dasar pemahaman penghambaan yang tak terputus sampai akhir… Konsekuensi makhluk yang percaya akan Tuhan, dan menerima syariatnya tanpa basa-basi…

Sebuah episode peperangan dasyat dimulai dengan kepayahan yang bertumpuk-tumpuk, dalam gelap-terang bumi yang ambivalen, sedikit saja yang bertahan, sebagian besar menjadi korban, disandera di gudang-gudang nafsu dan mati untuk menunggu siksa. Banyak lagi yang terluka – sedikit saja luka menganga- dibiarkannya hingga menjadi syndrom akut yang tak tersembuhkan dan sebagian lagi terluka parah lalu koma tanpa tahu kapan akan berakhir…

dan diantaranya tersisa sedikit korban terluka yang kecil dan yang parah tapi kemudian dapat disembuhkan, sehat dan kuat untuk kembali berperang dengan pedang terhunus menghadang musuh dimanapun… kepahlawanan yang pasti terbayar, untuk tiap tetesan keringat, dan darah.. tak akan pernah ada yang sia-sia

di medan ini yang berjaya hanya jiwa-jiwa pendamba surga, yang enggan berbagi dengan kenikmatan sesaat, mereka rela berdarah-darah untuk sebuah kesuksesan yang sesungguhnya.

dan sungguh…. kesuksesan itu sangatlah dekat…

(Q.S. Al Mu’minuun 111-114)
111. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena
kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang
112. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui