guss!


Mosaik hidup yang tak akan pernah pergi
Juli 1, 2009, 3:13 pm
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: , , , , , , , ,

Sebuah mosaik telah menjauh dan kenangan menjadi ketapel jaman di masa kini untuk melontarkan kita ke masa depan yang masih rahasia. Setara dengan setiap gejala dalam alam yang kadang tak terduga dan misteri kehidupan yang terus berjalan dalam nurani semesta, datang dan perginya episode hidup seperti kibasan sayap nyamuk yang halus tak terlihat. Menyisakan kebahagiaan dan kadang kedukaan, gebyar gemerlap atau gelap meradang jiwa, semua berpasangan dalam harmoni hidup yang melaku bersama waktu, menyisir tiap diri untuk mengambil peran bagi langkah hidup yang ditakdirkan untuknya. Kadang ketika tersadar kita sudah berada di waktu dan tempat yang lain yang tidak kita kenal sebelumnya, mencoba menggapai-gapai dalam alam baru yang masih terasa ganjil dan menatap masa yang selama ini kita kenal perlahan menjauh dan hilang dalam kenangan.

Sekian lama bergelut dalam atmosfir yang sama, terasa ada kaitan yang kuat antara satu dengan yang lain, kebersamaan dalam satu perjuangan. Begitu banyak hal baik dapat diingat dan hal buruk dapat dilupakan. Perjalanan bersama untuk menuai cita, memanen tiap bulirnya dan menyimpannya sempurna di dasar hati. Pengalaman yang telah merubah hidup, kenangan berharga yang mengisi sebagian besar memori, adalah petikan kisah yang tak mudah ditinggalkan. Ketika episode itu harus diakhiri, ingin rasanya merubah jalan cerita agar terus bersambung dan bersambung.

Berharganya sesuatu akan begitu terasa ketika sesuatu itu hilang dari kita, apapun itu, yang hanya kecil dan terlihat tak berarti, yang biasanya disepelekan atau dianggap angin lalu dalam kehidupan kita, bisa menjadi sesuatu yang spesial ketika hal itu hilang dari keseharian kita.

But life must go on….

Setiap perubahan pasti ada hikmahnya, banyak hal berubah dan yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Ketika Tuhan menentukan arah perjalanan kita dan berubah ke arah yang hampir tak tertebak sebelumnya, itu adalah ketentuan yang mesti berjalan, Apakah kita akan tertinggal dimasa lalu dan menjadi penghuni kenangan yang tidak pernah maju sedikitpun di masa depan, karena kenangan letaknya selalu di masa lalu dan menikmati kenyamanan yang selama ini kita rasakan? Tentu tidak…

Banyak hal baik yang akan kita temukan dalam perubahan kehidupan yang kita alami, meski hanya searah detak jarum jam dan tak pernah lebih cepat dari hitungan detik kita, sebuah keniscayaan perubahan telah mengikuti kita tepat dibayangan diri kita dan menjadi pemicu percepatan pencapaian hal-hal yang kita cita-citakan dalam kehidupan ini.

Namun sungguh… tidaklah mudah melepas begitu banyak kebersamaan yang pernah terjalin, sebuah hubungan yang baik dan sederhana kadang adalah yang paling bermutu dalam sejarah perjalanan ini. Ada dorongan kuat dalam ego kita untuk mempertahankan semua itu. Bertahan di zona nyaman kehidupan kita dan mencoba menghindari sebanyak mungkin kekecewaan yang mungkin bisa terjadi. Inginnya raga ini bisa terbelah dua dan berada di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, sehingga kita masih bisa membersamai rekan dan saudara seperjuangan kita sambil beraktifitas dengan komunitas baru di tempat yang lain.

Tapi hidup memberi pilihan yang kadang harus tegas kita pilih, pengorbanan diperlukan dan menuntut kita mengambil keputusan yang pasti dengan apa yang akan kita jalani, semoga bukan karena ego dan kepentingan pribadi semata. Tuhan memilihkan takdir ini spesial lengkap dengan segala konsekuensinya, ada hadiah, ada ujian, ada jalan lapang untuk bersantai ada turunan sebagai bonus ada juga tanjakan untuk kita memacu energi, memaksimalkan apa yang ada dalam diri kita mencapai yang terbaik.

Rabb… Engkau yang menentukan jalan ini dengan hikmah, semoga aku mampu bertahan dalam kebaikannya dan tetap terjalin dengan kebaikan masa lalu untuk mendewasakan diri diperjalanan ini.. Amin



Sungguh Menyegarkan
Juni 9, 2009, 1:59 pm
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: , , , , , , , , ,
Rahasia terungkap dengan perlahan, meski semesta tertangkup dalam diam, angin tak berbisik, dan lautan membisu, tiitik putih dalam belantara kepekatan hati telah mengadirkan jawabannya…

Terdamparnya engkau dinegeri manapun, di musim apapun, dicuaca bagaimanapun, dalam kekeringan paling sadis sepanjang hidupmu sekalipun, engkau tetaplah engkau, diri sendiri yang terlahir sendiri namun terfitrah sebagai mahluk paling tinggi yang tercipta. Engkau dikaruniai akal pikiran dan hati yang menjadikan eksistensimu tetap bertahan. Engkau dan seluruh dirimu adalah entitas hidup yang mempunyai daya cipta kreatifitas untuk mempertahankan kehidupan. Engkau adalah keunikan yang spesial, yang leluasa memilih respon apapun dari setiap kejadian dalam kehidupanmu.

Jika engkau mendapatimu disini, disebuah sistem hidup yang kering, jadikan itu ungkapan yang hilang dari kamus, tak bermakna dan khayal.
Berkelanalah dalam luasnya kehidupan dan bergembiralah dalam banyaknya pilihan respon yang dapat kau ambil. Engkau adalah raja dan pengambil keputusan yang mandiri, untuk apa tunduk pada situasi yang membuatmu menggelepar kepanasan jika engkau mampu menegakkan kepala dan berkata "Aku bebas memilih responku"

Jarum hidupmu bergerak maju dan tak pernah kembali, jalanmu yang panjang itu tak tahu kapan berakhir, jika engkau memilih untuk menyerah dan terpengaruh dengan lingkunganmu maka tak ada yang mampu ku ucapkan selain : "Selamat tinggal ". Tapi jika engkau memilih untuk istiqomah di jalanNya, lihatlah keluasan yang engkau dapatkan, kekeringan itu adalah fatamorgana belaka, dzikirmu adalah nafasmu yang tak terganggu sekalipun lebah berdengung mengitarimu, prinsip hidupmu adalah pegangan yang dapat kau andalkan saat tergoncang sensasi dalam pergaulan. Cerialah dengan setiap hikmah yang kau dapatkan hari ini, bergembiralah selalu dengan janjiNya, dan biarkan jiwamu mengembara tinggi terbang bebas menyentuh awan-awan. Sujudkan dirimu dalam rehat jiwa yang bersyukur, dan dapatkan dirimu bahagia.

Hidup adalah danua kesejukan yang mengalir kepadanya sungai-sungai harapan, sungguh menyegarkan…