Terimakasih saudaraku…
"Some people say the happiness is the money..
Mei 30, 2009, 6:35 am
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: Bahagia, cinta, Kebahagiaan, Persahabatan, Persaudaraan, Saudara spiritual
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: Bahagia, cinta, Kebahagiaan, Persahabatan, Persaudaraan, Saudara spiritual
"Some people say the happiness is the money..other people say it’s the health..
the others say it’s the power..
but I say the real one is having you as my brother
"
pesan pendek ini meluncur dari saudara spiritualku, masuk ke handset-ku dengan satu kekuatan, kekuatan persaudaraan…
kebaikan yang terbawa dari sebuah jalinan adalah efek positif pertama yang dapat dirasakan mereka yang terlibat, sebelum kemudian dirasakan ini senyatanya adalah kebahagiaan itu.
kita bisa berbagi kebaikan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menanyakan kabar ketika tidak terlihat di shof jamaah, membangunkan ketika malam hampir hilang, saling mendo’akan, saling menjenguk ketika sakit, saling share dalam banyak permasalahan, saling silaturahmi, saling membantu di berbagai kesempatan.
sesungguhnya hidup adalah untuk bermanfaat bagi orang lain, keluarga kita, saudara-saudara kita…
karena kebahagiaan itu tersimpan disana : dalam jalinan persaudaraan yang insyaAllah karenaNya
Terimakasih saudaraku…
Untuk Satu Titik Pemberhentian Lagi
Degupku di nafas tersengal, sesak mengalir di nadi kefuturan
Maret 3, 2009, 7:54 am
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: Cercaan, cinta, Dosa, Futur, Hati Nurani, Iman, Jasad, Keangkuhan, Kebahagiaan, Kemalasan, Kemudahan, Kubur, Pengampunan, Rindu
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: Cercaan, cinta, Dosa, Futur, Hati Nurani, Iman, Jasad, Keangkuhan, Kebahagiaan, Kemalasan, Kemudahan, Kubur, Pengampunan, Rindu
Degupku di nafas tersengal, sesak mengalir di nadi kefuturanku lihat bacaan itu makin kabur, warnanya tersamar dalam kemalasan akut
tubuh gontai tak tegap di detik-detik terakhir penggalan malam
dan bingkai hari itu pecah berantakan bahkan sebelum fajar terlahir
cercaan jiwa bagi si sakit yang mengadu bukan pada tabibnya
sia-sia belaka
Tuhan…
jika kutatap langit mendung sore ini, aku hampir tak mampu lagi berharap untuk laku hidup yang terlunta dalam nista
jika kuragu dalam kesesatan apalah bila aku berharap, keabadian akan menyambangiku dalam siksa
Tuhan..
tapi Engkau maha pengampun
Setetes harapan dalam benih kehijauan yang tumbuh semi di dasar hati, jikalau semua tertabur sepi aku berharap langkah ini masih akan bertaut kepadaMu.
kemuliaanMu adalah pemenuh kehampaan yang tertinggal di hadapan langkah-langkahku
Engkau yang mengisinya hingga berlimpah kemudahan…
jalan ini berliku sampai ku lihat firmanMu terbaca di sisi langit, menggema menerang tanpa tertentang
menyisiri kehendak memilah niat dari debu ketidakikhlasan
menemukan sekeping hati nurani dalam sampah keangkuhan
Tuhan…
malunya menatap kuasaMu dalam kedip dosa yang menggunung
sungguh luka tak akan terasa ditubuh yang telah mati
diam meski air garam tertuang di luka yang menganga
Tuhan…
untuk satu titik pemberhentian lagi, aku berharap
Terkubur syahadat dalam ampunanMu
bersyariat dilipatan kafan yang membungkus jasad yang Engkau ridho kepadanya
diturunkan dalam dekapan bumi yang menanti kiamat dalam senyum kebahagiaan
