Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: Asa, cinta, Cita, hikmah, Karunia, Kesempatan, Pernikahan, Syukur, Terimakasih
Allah masih memberi kesempatan
sebuah karunia tetaplah menjadi karunia, ketika hati menerimanya dengan ikhlas maka keindahan terwujud menjadi nyata. ribuan debu yang mengepul di padang penantian, tersibak menjadi jalan terang berpengharapan… sebuah asa ditambatkan disana, untuk meraih cita-cita tertinggi : keridhoanNya.
episode kehidupan terlipat ke masa lalu dan berganti dengan halaman baru, ada banyak warna yang ingin aku kenang tapi lebih banyak lagi warna yang ingin aku lihat di bercahayanya masa depan… "aku" berpendar menjadi "kami" dalam itu dan berusaha menggapai cita tanpa rasa jemu…
jika bingkainya tak pas karena warna yang kontras, kami membalutnya dengan kertas yang pas agar harmoninya terlihat…
Jika tidak match karena background yang berbeda, kami menambahi pernak pernik agar kombinasinya menghasilkan pembaruan yang artistik…
Jika ia tergantung terlalu tinggi didinding cita-cita, kami tidak akan menurunkannya agar dapat menjangkaunya, tapi kia buatkan tangga agar setinggi apapun cita-cita itu tetap dapat diraih…
Jika karena angin ia tergoyang, kami bersiap dengan segala daya agar tidak jatuh dan menguatkan kembali kaitnya dengan kebersamaan agar tetap di posisi yang tepat.
waktu mengembalikan setiap insan ke dalam takdirnya, sejauh apapun ia berjalan tak kan pernah ia menuju kecuali ke pangadilanNya yang pasti. dunia hanyalah sarana perjalanan menuju kehidupan kedua yang kekal, jika setapak jalan ini berlaku di garis takdirku : aku beryukur masih dapat meraihnya…
aku bersyukur… Allah masih memberikan kesempatan ini kepadaku…
Rabb… terimakasih Engkau berikan kesempatan ini…
pagi ini pasti cerah, mentari bersinar sempurna, langit biru terhampar penuh pesona… sekalipun hujan, pastilah hujan yang menyegarkan….hidup di hari ini pasti menyenangkan, semua urusan akan lancar, masalah kemarin akan teratasi dengan baik, pekerjaan pasti akan beres.
saatnya hari ini untuk berbagi kebaikan, kepedulian dan berbuat yang terbaik untuk orang lain, pasti aku bisa!
pokoknya hari ini the best-lah…
juga besok, lusa, dan lusanya lagi.. hmmm ada banyak harapan disana dan segudang suasana kebaikan yang pasti teraih
ups.. aku belum siap-siap, panggilan muadzin terdengar merdu diseberang sana…aku bergerak menujunya dan kubiarkan perasaan positif menguasaiku, membawaku terbang bersama detak sejarah yang tergelar di lorong waktu…
(imajinasi kuantum yang terbebaskan - hasil kontemplasi sesaat setelah membaca Quantum Ikhlas dari Erbe Sentanu - sebuah karya yang menggugah. Syukron pakUstadz atas pinjamannya)
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: cinta, hikmah, Kebaikan, Persahabatan, Persaudaraan
Tetaplah berbuat baik
Ketika orang yang telah kau anggap dekat kini terasa menjauh…
tetaplah berbuat baik, bebaskan jiwamu dengan cinta dari dasar hati.. tetaplah tersenyum yang tulus, biarkan kebaikanmu menutup luka dihati, biarkan ia tumbuh menjadi penyejuk pikiran dan perasaanmu..dan membebaskan belenggu kesedihan yang menghampirimu.. .
Ingat dan simpanlah rapat di memorimu kebaikan-kebaikannya, senyum tulus dan nasihat-nasihatnya, do’a-do’anya, kehadirannya ketika engkau membutuhkannya dan segala yang benar tentang dia di waktu yang lalu…
Kubur dan lupakan semua yang terlintas dalam pikiranmu yang kau anggap sebagai keburukannya kepadamu, biarkan ia menjadi debu di masa lalu dan tak akan pernah kau ingat lagi…
Lihatlah cintaNya yang lebih kekal, kedekatanNya yang tak menjauh meski waktu telah berlalu, janji-janjiNya yang tak pernah teringkari, masuki dimensi kebaikan yang berpusat pada sifatNya, dan biarkan jiwamu bebas…
bersyukurlah atas karuniaNya telah menghadirkan dia dan kebaikannya dalam kehidupanmu

Fajar harapan mendamba para pecinta, menelusuri horison takdir dan menenggelamkan diri untuk berbekal di dunia yang menua, kisah hidup para petualang dimulai lagi…
Hari berawal dari temaram guratan cahaya subuh yang syahdu seperti panggilan para pecinta kepada yang dicintainya, langkah-langkah ringan beriringan menuju hamparan permadani kedamaian untuk menunaikan sujud pembuka hari yang penuh karunia. Ada ketundukan dalam dzikir sirri selama perjalanan seperti tunduknya mahluk dalam kepasrahan ketika setiap diri dipanggil untuk bertanggung jawab di hari penghisaban. Ada harapan bahwa setiap langkahnya adalah kebaikan dan langkah yang lainnya adalah penghapusan dosa, ada kecemasan akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya dan waktu yang mungkin tak lagi tersedia untuk menebusnya. Sinergi itu terangkat dalam takbir memahabesarkanNya hingga salam.
Sebuah symphoni perjalanan kehidupan yang syahdu dan menyejukkan, hanya bagi mereka yang tersadarkan akan hakikat kehidupan yang sesungguhnya, bukan untuk bermain-main dengan perhiasannya yang menggoda setiap indra, tapi untuk menjalaninya dengan ketundukkan akan diri hamba yang tercipta tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Meski waktu memberangus semuanya dan menyisakan kepedihan bagi para pencari dunia, namun mereka tidak bergeming dari kekhusyukan menyembahNya. Setiap episode kehidupan yang mereka jalani sarat dengan hikmah dan tidak terlupa untuk memungut setiap serpihannya yang tersisa dari hari-hari mereka.
Tajamnya pisau matahari membelah hari dari ujung ke ujung, tak menyisakan satupun, semua terlempar satu masa ke depan dan menutup kisah hari itu sebagai masa lalu…
Dan diriku…. Hanya mampu memandang dengan takjub pada mereka.. sementara kaki dan tanganku terbelenggu rantai-rantai dunia, ketika hari ini berlalu aku masih dalam kehinaan yang sama…
Rabb ijinkan aku menggapai hidup seperti mereka…
Rabb.. ampuni hamba…
Setiap hari, gemertak jarum jam menutup jeritan menit dan tangisan detik, dan memutarnya kembali ke titik awal, tidak ada perubahan dalam fitrah ini, semua berjalan dalam skenario maha dasyat yang telah dipastikan, tidak terkecuali hari ini.
