Diarsipkan di bawah: Uncategorized | Tag: Lingkungan, radio jepang, shortwave, swl
Kemajuan teknologi menjadikan kehidupan lebih mudah dan menyenangkan, tapi dampak negatif kemajuan itu juga tidaklah sedikit, misalnya polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemborosan sumbar daya alam yang tidak dapat diperbaharui.Seandainya kemajuan teknologi hanya mengutamakan kecanggihannya tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya bagi kehidupan maka sesungguhnya kehadirannya bukanlah kemajuan tapi justru sebuah kemunduran. Teknologi yang merugikan bagi lingkungan adalah sebuah belati yang menikam dari belakang.
Kehadiran teknologi ramah lingkungan adalah solusi bagi kehidupan berkesinambungan yang dapat dipertanggungjawabkan, kebutuhan akan hal itu adalah mutlak. Jika tidak , maka hal itu akan menjadi beban berat bagi generasi berikutnya dimana mereka akan mewarisi sampah polusi dan segudang masalah lingkungan yang mempengaruhi kehidupan paling dasar.
Sayangnya kemajuan teknologi ramah lingkungan ini masihlah hal langka (juga mahal), hanya dapat dinikmati dengan pengorbanan sumber daya yang besar dan oleh negara-negara maju saja. Sementara masyarakat negara berkembang masih kesulitan mengakses teknologi semacam ini. Padahal banyak sumber daya alam dan pendukung kehidupan bumi berbasis di negara-negara berkembang. Sehingga terdapat kesenjangan antara usaha pelestarian lingkungan dengan penerapan teknologi yang mendukungnya.
Kesenjangan ini hanya dapat diatasi jika negara maju memberikan kemudahan bagi negara berkembang untuk mengakses teknologi ramah lingkungan yang mereka hasilkan seluas-luasnya. Sehingga ada sinkronisasi antara pelestarian lingkungan dengan teknologi yang digunakan. Jangan sampai ketika negara berkembang dapat menikamati teknologi ramah lingkungan pada saat itu lingkungan sudah terlanjur rusak atau terpolusi parah, hutan telah habis, air tercemar, udara kotor, sampah menumpuk, sumber daya alam menipis drastis, dan manusia sedang sakit-sakitan menghadapi gejala perubahan iklim global.
Tentu ironis sekali ketika sebuah mobil hybrid yang ramah lingkungan melintas di sebuah kawasan, dimana di salah satu sudutnya terdapat sampah yang menumpuk, display pencatat kondisi udara menunjukkan kandungan CO2 yang tinggi, air kekuningan melintas disungai yang tak ada lagi ikannya, dan disalah satu rumah sedang terbaring seorang anak yang sakit karena udara kotor…
(Tulisan ini terinspirasi dari Fokus Radio Jepang tentang " Teknologi Mobil Hybrid" yang disiarkan 19 Maret 200
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
![]()
Pagi masih sunyi.. ditempat lain mungkin aktifitas sudah mulai,
sementara aku masih terperangkap dalam tidurku, entahlah aku mengantuk sekali pagi itu..
ketika aku terjaga alunan pujian dari masjid telah memanggilku, aku melongok jam disampingku : jam 04:35 !! telat!!
bergegas dengan cepat sambil terhuyung, sarung dan penutup kepala kuraih dan segera menghambur keluar menuju panggilan yang kelihatannya akan segera berakhir..
dan baru keluar beberapa langkah : iqomah telah dikumandangkan! aku berjalan cepat setengah berlari (….darurat!) menyusur jalan remang menuju panggilan yang tidak lagi terdengar … akhirnya dengan tergopoh sampai juga aku di jamaah itu, mereka telah rukuk yang pertama …
sekali lagi (dari kesekian kalinya yang tak terhitung..) aku terlambat..
Rasanya pagi itu adalah keterlambatan yang sangat fatal.. bagaimana jika itu adalah gerbong keselamatan yang terakhir dan aku bukan salah satu penumpangnya…??
bagaimana jika pagi itu adalah saat terakhir keberangkatan dan aku tertinggal sendirian….??
adakah kesempatan lagi bagiku jika itu benar-benar yang terakhir..??
aku sedang tidak mendramatisir keterlambatan itu…
pagi itu aku benar-benar merasa : “tak ada kesempatan lagi”…
terpikirkan hariku setelah itu : amalanku yang biasa saja apakah sanggup berdampingan dengan maksiat dan kesia-siaan yang membebani timbangan perbuatanku. Sementara waktu bergulir terus tak akan dapat diraih lagi apa yang sudah terlewat.
aku hanya menakar betapa mahalnya kesempatan itu…
“... sesungguhnya apabila mereka mengetahui apa yang ada didalam sholat Shubuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak..” *)
merangkak !!!! …. astaghfirullahhaladhim..
adakah gambaran yang lebih dasyat dari itu ??
sebelum sampai waktunya aku benar-benar merangkak, aku ingin berjuang mendapatkannya…..penggalan pagi yang mungkin untuk yang terakhir kali…
*) : HR Ahmad dan An-nasa’i , sebagaimana yang tertulis di halaman 19 paragraf 4 “Misteri Shalat Shubuh” - dr Raghib As Sirjani - Aqwam 2007
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Inilah yang terjadi.. ketika aku mencoba menebus kesalahanku dengan niat beramal… tiba-tiba kesempatan yang biasanya ada itu menjadi hilang… aku tidak bisa melakukannya sebagaimana niatan yang sudah ku tetapkan.
Jika Allah tidak mengizinkan maka segala sesuatu tidak akan terjadi sekalipun itu adalah kebaikan…
Aku makin menyadari betapa waktu yang tersisa tinggal sehentak helaan nafas dan itu semua ditanganNya semata. Kedurhakaan yang kulakukan meski hanya kilatan hati mungkin adalah amalan terakhir yang tercatat…
aku menjadi luluh dalam kehinaan paling rendah dihadapanNya penggenggam semua jiwa..
aku memohon ya Allah .. tolong hamba…
jangan biarkan hamba kembali kepada kemaksiatan
jangan biarkan hati ini tersia-sia dengan dunia
berilah hamba taubatan nashuha dan sekedar kesempatan menutup hidup hamba dengan amal yang Engkau terima..
Khusnul khotimah-kan hamba..ya Allah..
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Sebenarnya ini sudah beberapa hari yang lalu aku saksikan, tetapi kesannya begitu dalam sehinga tak kuasa untuk ku tahan dan ku tuang dalam posting kali ini.
Pagi subuh itu aku berangkat ke masjid sambil memperhatikan langit yang penuh bintang (kebiasaan memandang langit yang menjadi hobiku).. minggu itu memang keluar dari kebiasaan, dimana sebelumnya penuh dengan hujan sehingga yang menghias langit adalah mendung dan awan yang berarak dan kelabu, sedang hari-hari terakhir ini langit cerah, siang panas dan tak ada kelabu .. yang ada adalah langit biru yang berhias guratan awan yang indah dan menawan
Pagi itu pun langit berhias bulan tanggal tua yang tepat diatas arah jam 12, terlihat fenomena Halo yang melingkarinya dengan sempurna, lalu ku layangkan pandanganku ke sekitarnya dan…. sebuah rangkaian awan yang terlihat samar di langit subuh itu… Subhanallah.. awan itu dengan kuasaNya membentuk lafadz Allah… aku perhatikan dengan seksama sambil bertasbih..
Entahlah apa makna yang lebih dalam dari semua itu selain dari bahwa keberadaan Allah adalah mutlak!..
meski hari-hari ini aku merasa tersingkirkan dari keistikomahan.. aku mencoba mengurai hikmahnya.. aku masih jauh dariNya.. Dia memberikan pengingat bagi keduharkaan ini agar bertobat kepadaNya…
Ya Allah berilah aku tobat nashuha….
istikomahkan hamba ya Allah..
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
luar biasa..
itulah kata yang tepat untuk melukiskan kuasa-Nya atas semua mahluk
hari ini dan kemarin bagi hidupku yang sederhana ini adalah ketetapan takdir yang sarat hikmah..
saat aku menulis ini teralun nasyid “takdir” dari Opick feat Melly, aku merasa maknanya bisa kuresapi
karena aku tidak terpisahkan dari takdir itu dan tidak terpinggirkan
dalam gulungannya yang pasti mengenai siapa saja. hikmah yang terdalam yang kupetik bahwa hidup ini mestinya berisi “keperdulian“. Apa saja yang kita kerjakan dengan mengandalkan ego kita sebenarnya adalah bentuk kesombongan. aku introspeksi …. bagaimana mungkin ketika aku mengatakan perduli, kalau saudara, orang tua atau teman harus terlebih dulu menyampaikan keperluannya padaku, bahkan mungkin dengan cara sedikit ekstrim kalau bukan karena ketidakperduliaanku pada mereka, tidak peka akan kebutuhan mereka, maka kata “perduli” yang kuakui telah ada pada diriku patut dipertanyakan….apakah benar aku telah perduli kepada mereka????betapa ego-ku telah menguasai berbagai hal dalam kehidupanku sehingga tidak ada yang tersisa selain kepentingan diriku dan bukan orang lain, mereka hanya mendapat sisa waktu yang kupunya itupun kalau ada..
inilah hikmah dalam yang kuraih saat ini, ketetapanNya yang berlaku bagiku adalah yang terbaik bagiku, saat aku tersadarkan akan hikmah dibalik kejadian.. aku semoga menjadi lebih perduli..
aku merasakan kebahagiaan saat bisa membuat orang lain tersenyum.. bahagia.. saat orang lain terpenuhi keperluannya meski dengan bantuan yang kecil dan tidak bermakna dariku.. sayangnya semua itu masih harus menunggu mereka menyampaikannya padaku… bukan hasil dari kepedulianku yang sesungguhnya..
semoga ini menjadi hikmah yang dalam yang bisa membangun jiwaku… Amin
