pernak-pernik malam makin berpendar
datang dan pergi dalam jejak angin yang berderu
memasung lelah
memagar dingin
subuh di persimpangan Pestan
memilih waktu menggantinya dengan yang baru
menuai satu janji “puncak di hari ini”
bukan engkau jika tak berlumur badai
membekukan kaki-kaki dalam sihir dingin
sempurna seperti siberia
diam tak bergeming tahta kedua pulau Jawa
nyaris putih, mentari tahun baru tertambat di horison
bergumul dengan lereng dan hilang dalam jalur badai
sempurna mencabarkan diri
masih jauhkah?
“tiga jam lagi”
semangat bertarung dengan letih
berharap ada keajaiban puncak itu mendekat
namun terjal masih terjal dan makin terjal
batu-batu itu tak bergeming
tiga ribu tiga ratus tujuhpuluh satu meter kini berdiri
disisir badai yang tak melemah
memuncak jiwa dalam asa
alhamdulillah
Sumbing, 1 Januari 2011
