dikakimu aku berdiri
membentang satu jurus kedepan
memandang kabut lerengmu yang terjal
meyakini satu hal : ini akan terjadi lagi!
seluruh badan tergerus angin
sempatkan pesan pada dindingmu yang basah “aku disini saja..”
hanya karena rindu
semua ini menjadi mungkin
dan tanjakanmu tak berhenti
malam yang meluruh cepat tak membuat perjalanan terasa kilat
semua perlahan
melelahkan
namun sungguh
keindahan itu terulang lagi
bentang cahaya malam yang berkerlip di latar gelap
mempesonakan rehat jiwa para pengembara
desau angin berpesan pada tebingnya
puncak tak akan jauh lagi
yakinlah
Sumbing, 31 Desember 2010
