KERING!
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Di kotak persegi panjang itu dia berdiri, duduk dan mondar-mandir seperti setrika. Mata di wajahnya yang sayu sok ramah itu seperti lampu 5 watt berkedip-kedip tidak jelas antara mau hidup atau mati saja. Kadang membaca buku dihadapannya atau mengamati sampulnya, memandang langit-langit dan mulai menghitung gentingnya, membolak- balik koran mencari gambar paling menarik, iklan henpon canggih tapi murah, nomer perdana cantik yang mungkin sama dengan tanggal lahirnya, atau berita sensasi yang sudah kedaluwarsa. Kadang di sudut ruang di depan komputer melihat rekannya bermain petak umpet dengan mesin pintar itu sambil mendengarkan nyanyian setan dari wali kubur, lalu balik ke sofa tamu sambil mengangkut segelas teh manis, berjalan bak peragawan melintas catwalk sambil bawa ember cucian, mengobrol kesana-kesini seperti tamu acara talkshow yang tergila-gila kamera, tertawa-tawa, meringis, nyengir kuda, atau senyum simpul bak perjaka kena setrum.
Pagi itu terlewat dan hilang dari masa, tak ada dzikir, tak ada Dhuha, tak ada lantunan ayat, tak ada renungan akhirat, tak ada dialog spiritual yang membangun jiwa…
Terkadang…
Dunia begitu diperjuangkan padahal dia akan hancur berantakan.
Akhirat begitu diabaikan padahal dia akan kekal selamanya
Dunia begitu diperjuangkan padahal dia akan hancur berantakan.
Akhirat begitu diabaikan padahal dia akan kekal selamanya
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

posting ini bikin merenung..
Komentar oleh morishige Juni 8, 2009 @ 10:01 pmSemoga menjadi perenungan yang bermanfaat.. Terimakasih banyak telah mampir ke blog ini
Komentar oleh guss Juni 9, 2009 @ 12:45 pmDunia begitu melenakan, terkadang kita terjebak pada rutinitas yang dianggap ibadah tetapi melalaikan dari ibadah yang sejatinya lebih utama.
Komentar oleh rip September 26, 2009 @ 10:38 amTerjebak oleh ijtihad pribadi, menggampangkan sesuatu, dan merasa paling aktif beribadah….