Fawwaz Ahmad Mumtaza
Penantian berbulan-bulan itu sampai pada ujungnya, sebuah mahakarya penciptaan yang menakjubkan terlahir didunia, tangisnya menyeruak hening di sepertiga malam yang terakhir… Sosok yang tercipta atas kuasaNya dari sari pati air yang hina, terpelihara dalam rahim yang kokoh selama waktu yang telah ditentukan, berproses secara teratur dari sesuatu yang lain menjadi wujud yang lain lagi dan bertumbuh dalam desain yang luar biasa.
April 28, 2009, 2:45 am
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: 2.45 WIB, 28 April 2009, 3.4 kg, 49 cm, Ahmad, excelent, Fawwaz, Fawwaz Ahmad Mumtaza, keberuntungan yang banyak, Kesuksesan, Mumtaza, Selasa Legi, sholeh, terpuji
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: 2.45 WIB, 28 April 2009, 3.4 kg, 49 cm, Ahmad, excelent, Fawwaz, Fawwaz Ahmad Mumtaza, keberuntungan yang banyak, Kesuksesan, Mumtaza, Selasa Legi, sholeh, terpuji
Penantian berbulan-bulan itu sampai pada ujungnya, sebuah mahakarya penciptaan yang menakjubkan terlahir didunia, tangisnya menyeruak hening di sepertiga malam yang terakhir… Sosok yang tercipta atas kuasaNya dari sari pati air yang hina, terpelihara dalam rahim yang kokoh selama waktu yang telah ditentukan, berproses secara teratur dari sesuatu yang lain menjadi wujud yang lain lagi dan bertumbuh dalam desain yang luar biasa.Segala yang terjadi selama masa penantian itu ternyata adalah ujianNya yang nyata untuk menguji apakah akan menjadi hamba yang bersyukur ataukah kufur.
Perjuangan hidup mati selama berjam-jam berakhir kemenangan, satu mahluk baru mungil menatap dunia, mengabarkan banyak harapan masa depan dan menitipkan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan bagi para pengembannya. Prosesnya begitu heroik, dramatis dan sarat hikmah, disaat-saat ketika rasa sakit hampir tak tertanggungkan, kekuatan hampir saja tak daya lagi, disaat itulah kuasaNya sungguh mutlak terasa, betapa tak ada kekuatan sedikitpun mahluk menentukan detik perjalanan hidupnya.
Dia yang menentukan segala-galanya, yang menyembuhkan dan memudahkan, yang memberi kekuatan bagi hambaNya.
Alhamdulillah.. puji syukur padaMu ya Allah.. untuk karuniaMu ini, amanah yang membuat setiap adam merasa ada, kebanggaan bagi hawa telah terpilih menjadi bagian dari kuasa penciptaan yang dasyat. Semoga menjadi hambaNya yang banyak keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat, menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang terpuji akhlaknya, sholeh dan berguna dalam segala kebaikan. Amin.
4 Tanggapan
Adakah ia untukku juga?
Pagi menyemburat dalam kuning kemerahan, langit terasa hangat. Bulan tanggal setengah tertinggal di awan, terlambat masuk ke peraduan dan rela terpanggang matahari pagi yang memudarkan sinarnya, hingga jadi bongkahan pucat yang makin tersamar.
April 1, 2009, 6:03 am
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: hikmah, Kagum, Pagi, Perjalanan, Sempurna, Surga
Diarsipkan di bawah: hikmah | Tag: hikmah, Kagum, Pagi, Perjalanan, Sempurna, Surga
Pagi menyemburat dalam kuning kemerahan, langit terasa hangat. Bulan tanggal setengah tertinggal di awan, terlambat masuk ke peraduan dan rela terpanggang matahari pagi yang memudarkan sinarnya, hingga jadi bongkahan pucat yang makin tersamar.di jembatan itu aku melambatkan laju motorku, 60km perjam cukuplah…
Pandanganku membabat habis lanskap jelita dikanannya : sebuah goresan hijau tersaput lembut kabut putih tipis, sungai yang bening berkelok dengan tekstur bebatuan hitam keras tersembul disana sini. Background lereng lereng bersih hijau gelap kebiruan, Dua gunung mencuat perkasa menembus lukisan langit dan menancapkan puncaknya di pelukan awan. Disebalah kiri jejalan pegunungan tersamar dalam selaput tipis putih, hamparan hijau malu-malu terbangun dari tidur, sebuah keluasan yang tanpa batas dan keberlimpahan yang menata dalam ruang bumi maha luas, subhanallah…
Hanya kurang dari 20 detik saja, aku melintas jembatan itu : tiap hari.
Diantara kecepatan keterburuan atau kesempitan waktu yang menghimpit di 20 detik perlintasan itu, begitu banyak kelapangan yeng tergambar tergoreskan sempurna, karya keperkasaan sang Kholiq.
Jikalau tergelar dihadapan mata : ukiran sempurna itu : warna-warna, tatanan kedasyatan penciptaan ini sungguh luar biasa.. decak kagum tak cukup melukiskannya, ribuan keindahan dan keindahan, keindahan dan lagi.. keindahan..
Aku jadi teringat surga :
satu titik akhir dalam kehidupan, surga yang seluas langit dan bumi…
keindahannya tak terbayangkan, belum pernah terlihat, belum pernah terdengar, belum pernah terkecap, belum pernah tercium, bahkan belum pernah terbersit dalam bayangan…
keindahan yang tak terlukiskan, kenyamanan tak tertandingi dalam kekekalan
surga itu…
adakah ia untukku juga?
