Rabb… terimakasih syukurku padaMu yang telah menganugrahkan pagi ini untuk hidupku… Semoga keberkahan dan rahmatMu menyunggingkan senyum di hari-hariku, merendakan benang emas kemuliaan kehidupan yang tak terputus dari cintaMu…
Ya Allah sungguh berpagi hari dalam dekapan kasihMu adalah anugrah yang terindah…
Semoga selalu… Amin
Memang banyak yang mampu kita ubah dalam hidup, tapi tidak sedikit yang tidak mampu kita berbuat apapun kecuali menerimanya apa adanya, harus mampu mensikapinya dengan hati yang ikhlas dan sabar serta berharap akan mendapat yang terbaik, dan inilah harapan yang akan tetap aku tambatkan ke dalam tahta kebesaranNya dan kuterbangkan tinggi menjulang menembus petala langit… menujuNya menuju ridhoNya… Amin
Pada saat sebuah perjalanan yang sudah direncanakan tertunda karena perbedaan pertimbangan, mestinya kuletakkan ego dalam neraca kebijaksanaan dan kedewasaan, hingga mampu kulihat sisi terbaik dari setiap perubahan yang terjadi. Meski kesedihan menghujam dinding hatiku dalam beberapa saat, aku ingin segera menyadarinya bahwa ketentuanNya adalah syariat yang harus diterima dengan ikhlas dan ridho…
ketika aku renungkan, sungguh apa yang di tetapkanNya adalah kebaikan semata, betapa sesuatu yang kupikirkan adalah yang terbaik mungkin bukan yang terbaik menurutNya, ketika Dia menentukan yang lainnya dari yang kurencanakan itulah saatnya Dia menunjukkan kasih sayangNya kepadaku…
Aku berharap Rabb.. aku ridho.. dengan semua ketentuanMu
Aku bertawakal setelah semua usahaku…
Tak ada yang mengecewakan dari janjiMu.. pemenuhannya adalah kebaikan dan kebaikan yang tak terputus…
Ya Rabb… aku berharap akan mampu menjalaninya..
Aku rindu saat-saat aku merasa dekat denganMu ya Rabb..
Kembalikan aku ke masa-masa itu, jadikan hamba selalu mengharap masa-masa itu kembali dalam hidupku..
Masa-masa dimana tidak ada kerinduan yang menyesak dada kecuali kerinduan kepadaMu… tidak ada yang membuatku khawatir kecuali sia-sianya waktu dan gelimang dosa masa lalu…
Rabb.. kepadaMu aku menyembah dan kepadaMu aku mohon pertolongan
Aku berharap hari ini dan selanjutnya adalah hari-hari kebaikan bagiku, tidak masalah apa dan siapa yang akan menjadi obyeknya, bagiku setiap moment adalah kesempatan langka untuk berbuat yang terbaik untuk semua mahluk yang mencintaiNya, dicintaiNya dan berharap terus akan cintaNya…
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah
sungguh dasyat penciptaan bumi ini, sehingga tidak satupun detilnya yang sia-sia…. subhanallah
hadirnya diri dalam setiap episode kehidupan, ternyata tidak selalu disadari sebagai sebuah untaian kemahakuasaanNya dalam menggerakkan mahluk, padahal tak satupun yang diam atau bergerak di dunia dan dilangit atau diantaranya yang Allah tidak mengetahuinya.
kadang terlintas dipikiran bahwa sesuatu terjadi hanya karena kebetulan, padahal tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini, semua sudah dituliskan!, peranan mahluk dalam masing-masing hidupnya adalah wujud kehendak Allah yang karena ijinNya-lah semua bisa terjadi.
beberapa kali aku masuk dalam situasi yang “kebetulan”, saat seperti itu seharusnya menyadarkanku akan kekuasaan Allah pada kehidupan ini, yang detil dan saling berkaitan. setiap amal perbuatan akan berbalas : kalau itu amal baik, pada hakikatnya adalah mata rantai dari rangkaian panjang kebaikan yang akan terpanen pada saat yang tepat, tapi kalau itu amal jahat, maka rangkaian kejahatan juga akan menjadii milik diri dan tersaji kapan saja sekehandakNya
“amal baik kebaikan tuk dirimu, amal jahat kejahatan tuk dirimu, tak akan pernah amal tertukar walaupun engkau begitu pintar…” *
setiap yang aku lakukan akan kembali kepadaku, tidak akan tertukar..
ketika suatu masalah hadir dalam kehidupan, terasa itu menyesak dada, membuat rencana harus ditinjau kembali, dan hari cerah menjadi kelabu, terkadang kekecewaan diwujudkan dalam kata-kata, mimik muka dan bahasa tubuh yang negatif.
tapi ketika tiba-tiba secara ‘kebetulan” ada solusi terhadap masalah itu, tidak ada ekspresi syukur kecuali sebuah pernyataan datar : bahwa ini sebuah “kebetulan”… padahal itu sudah dalam rencana detil Allah.
tidak ada kebetulan dalam kehidupan ini, semua sudah dituliskanNya di Lauh Mahfuhz :
”Hai orang yang sangat bodoh lagi lalai, seandainya Anda dapat mendengar jeritan suara qalam saat bergerak di Lauh Mahfuzh menulis tentang Anda, niscaya Anda akan mati terkejut” (Yahya bin Mu’adz)
*dari syair sebuah nasyid (?)
