Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah
Ketika suatu amanah kembali kepadaku setelah beberapa minggu pergi, ada kerinduan yang menyergap untuk kembali merengkuhnya,
tapi itu hanya selintas mengisi sedikit ruang hatiku di sudut singgasana ego dan keangkuhan…
ada rasa lain yang mendominasi : kemasgulan….
ternyata kembalinya sesuatu
bukan berarti kesenangan.. tapi sebuah kehilangan…
ya .. kehilangan dalam arti yang sesungguhnya…
kehilangan kesempatan untuk berbagi dan semangat beramal yang realistis..
kehilangan rasa kepekaan diri
kehilangan empati
kehilangan itu juga berarti kembalinya ego dan keserakahan, dominasi nafsu menguasai, sekeranjang penuh keangkuhan, dan mata-mata kesia-sian yang mengintai hari-hariku
aku baru sadar….kenapa seharian itu aku merasa tidak mood bekerja, ada keengganan dan suasana yang tak nyaman
butiran hikmahnya kini dapat kuraih : betapa kesempatan yang diciptakan Allah untukku sengatlah langka… kalau aku takmampu menjemput peluang itu, mungkin tak akan ada lagi kesempatan untuk berbuat hal yang sama, apa yang Allah titipkan kepadaku tidak lebih adalah sebuah amanah yang harus ditunaikan hak-haknya, menjadikannya sarana berbagi pada sesama dan mereka yang membutuhkan…
untuk apa kupeluk era-arat dunia kalau ia tak akan pernah ku bawa mati?
sedang di akhirat, dunia menjadi palu dan cemeti penyiksaan jika tak ditunaikan haknya..
ada kebahagiaan saat aku berbagi….
selamatkanlah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan separoh butir kurma……
kalau waktu masih berpihak padaku, semoga kesempatan itu datang lagi, kesempatan untuk berbagi, kesempatan untuk meletakkan ego di pelataran kebesaranNya
