Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah
lidahku berbicara menyumbat telinga-telinga mereka
sementara aku sendiri tidak mau sadar, betapa telah banyak jiwa-jiwa yang terlukai karena perkataanku
betapa kata pendek yang ringan bisa menjadi pisau yang menyayatkan luka yang dalam…
betapa diam adalah istana kesadaran yang agung bagi kemuliaan jiwa
betapa banyak hati yang diselamatkan dari tajamnya kata-kata kita karena diam
ada saatnya untuk diam..
“ada saatnya engkau diam, saat kau peroleh lebih banyak hikmah dari diam-mu”
ada saatnya aku mengunci rapat mulutku dari berbicara…
membiarkan pengindraan manusia memenuhi kolong langit dengan cerita-cerita
aku ikut menyaksikan.. aku mendengarnya..aku merasakannya…
tapi tidak satu patah kata pun keluar dari mulutku…
aku bergejolak dalam keinginan memperturutkan dan pengekangan
kadang salah satu menang dengan gemilang, kadang salah satu kalah dalam kehinaan…
ada saatnya untuk diam…
untuk sesuatu yang sangat ingin aku ungkapkan,
untuk sesuatu yang memenuhi ruangan di hatiku dan mendesak untuk dikeluarkan..
3 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

benar..tak ada yang dihasilkan oleh diam selain kebaikan yang banyak..
namun ketika kita harus angkat bicara..maka kenapa tidak ,jika itu untuk sebuah kebaikan yang lebih utama..namun bagaimanapun diam juga menyimpan banyak kebaikan..
neng nek njenengan njur dadi menengan ketoke rodo piye … wah neh kulo njur piye kuwi….
#rodo pripun? wah nggih po…
Komentar oleh rip Agustus 28, 2007 @ 3:12 ammugi-mugi saking sekedik saged ngirangi nggih…
njenengan sante mawon “masih akan ada dialog panjang tentang hidup ini”
silence is gold
Komentar oleh Lelly Nopember 10, 2007 @ 5:10 amYa alloh….knp malam ini persis sekali dgn yg saya sdg fikirkan. ‘diam’…betapa kerja keras rasanya utk diam.jadi ingat nasehat seorang ulama ‘bicaralah saat kau ingin diam, dan diamlah saat kau ingin bicara ‘. Ini luar biasa. dlm diam byk terkumpul hikmah, ilmu, subhanallah. semoga kita bisa lakukan itu.
Komentar oleh atikahmubarak Mei 11, 2008 @ 2:57 pm