GUSS!


Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Juni 6, 2007, 4:09 am
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag:

Langit membiru di belantara keniscayaan penciptaan yang tak tertanggung keindahannya
Mentari beredar dalam garis edar yang pasti dan teratur yang telah ditentukanNya
Berarak awan dalam keharmonisan tasbih yang mensucikan satu-satunya Tuhan, Dia yang mengkreasikan semuanya dalam tatanan yang rapi dan teratur…gunung yang menancap dalam ketundukan bumi pada ketentuanNya, mematri pijakan agar tidak terbelah karena beban memanas yang mendesak dari intinya.
Di lerengnya… kehijauan terhampar sampai ke kaki-kakinya, mengalir air dengan kekentalan yang tepat, yang dari sana mahluk-mahluk minum dan menyegarkan diri.

daun3tumbuhan dengan segala kemanfaatannya, buah-buahan yang berwarna dengan berbagai rasa, dan kepekaan lidah untuk mengecap segala rasa yang tersedia…

sungguh tak ada yang tercipta di alam ini…
kecuali dengan pengaturan yang sangat detil dan presisi
semua yang ada di alam ini, begitu terencana, dan dalam ukuran yang tepat…
semuanya dalam rentang penciptaan yang agung dan tidak sia-sia.

sejatinya, setiap embun di pagi hari telah di tentukan waktunya kapan ia menetes…
setiap helai daun yang berguguran telah di pastikan kapan ia akan terlepas dari rantingnya dan ke arah mana dan sejauh mana ia akan terjatuh…

semuanya… semuanya tak terkecuali… yang kecil yang besar, yang berat yang ringan, yang nampak dan yang tersamar, yang dipandang dan diabaikan…
subhanallah…..
semua telah diaturNya dengan sangat rapi, teratur, tepat, presisi, dan pasti!

lalu dimana aku diantara keteraturan itu?
dalam rentang antara ketergesaan dan penundaan,
ketidaksadaran akan kenikmatan melimpah yang kukecap dengan indra setiap detiknya..
kelalaian dari mengingatNya, kesombongan diri dan tidak bersyukur…

maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

bahkan helaan nafas inipun adalah nikmat kemurahanNya, yang dengan itu aku masih mampu merasakan, mendengar, mengecap, dan melihat karuniaNya yang terhampar dalam kelimpahan nikmat-nikmat yang tak akan pernah mampu kuhitung…..

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim 34)



Tengadah ke langit…
Juni 6, 2007, 3:15 am
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag:

aku menengadah ke langit, ke gugusan bintang yang berkerlip di kegelapan malam,
tak kulihat sesuatu yang lain kecuali luasnya angkasa raya terbayang dalam pikiranku.
Yah… kadang terlintas juga : apakah kisah Startrek akan terwujud, Enterprise “berlayar” menyusuri lorong langit menuju komunitas kehidupan di luar tata surya…. :)

tapi imajinasi itu tak coba kuteruskan.. asyik sih… tapi tidak ada di dalamnya kecuali permainan pikiran yang tidak banyak membantu mencari hakikat kehidupan, kecuali sekedar fantasi saja.
aku pindahkan energi pikirku ke kepekatan langit yang hitam.. kupantulkan antara satu bintang ke bintang yang lain, dan kulayangkan ke ruang kosmis yang “tak bertepi”
aku temukan disana : kemahaperkasaanNya menciptakan semuanya, mengatur semuanya…

aku tundukkan kepala sejenak…
aku pandang hamparan tanah gelap di bawah kakiku.. ia diam.. tak bergerak!

ampun


aku kembali tengadah…
aku bayangkan diriku melayang secepat kilat keluar dari jasadku yang berdiri takjub.. lurus vertikal meninggalkan bumi di belakang … menembus kegelapan langit dan berhenti di ketinggian yang tak lagi terukur di ruang maha luas yang hening, sunyi …….

aku temukan diriku disana….. sendiri
aku melayang ringan… aku berputar melihat segala penjuru…
bintang yang tampak sama, antara berkedip dan tidak , dan bumi….. terlihat sebagai bulatan kebiruan besar di latar hitam pekat

semesta yang maha luas terhampar.. tak terukur dengan indraku yang terbatas..
aku terhenyak…

bayanganku melebur dalam perasaan tak wujud, kecil dan hina…
betapa kecilnya satu mahluk saja dari bentangan luas semesta ciptaanNya, lalu bagaimana dengan yang mencipta segalanya.. Tuhan Semesta Alam….????
dalam tengadah dan tundukku, aku yang hina dan dzalim, serpihan debu dalam bentangan semesta…hanyalah benar-benar ketidakberdayaan di hadapan kuasaNya, dihadapan kemuliaan dan keagunganNya.

Rabb… ampuni aku…