Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah

Sore itu aku bermotor menyusur jalan pulang kerumah. biasa saja. tidak ada yang berbeda dengan sore-sore sebelumnya, atau mungkin sore itu lebih cerah karena sore sebelumnya hujan mengguyur cukup deras.
Lampu lalulintas memerah dari kejauhan dan aku memperlambat motorku agar pas dengan lampu hijau saat sampai kepadanya, saat itu aku mengamati banyak kendaraan lain yang bergerak cepat dari belakangku menuju titik yang sama, orang-orang berkumpul di pinggir jalan mengitari penjual gorengan, sekelompok lain duduk dekat pangkalan ojek di depan sebuah toko, diseberang orang lalu lalang mengisi sore mereka, sebuah depo pasir juga masih ramai dengan aktifitasnya, dan dari arah berlawanan banyak kendaraan berbagai model melaju….
Tiba-tiba aku berpikir… banyak sekali manusia di tempat ini ya.. bagaimana dengan di tempat lain? semua orang melakukan aktivitasnya, semua sedang berlaku dalam garis takdir masing-masing, semua itu…. sebanyak itu… di setiap penjuru bumi.. di tempat terang maupun gelap..semua dalam pengaturanNya, betapa kuasa Dia.. betapa luar biasa!
Lalu terlintas dalam pikiranku, bayangan ketika semua manusia yang sedang lalu lalang disore itu.. semua berdiri dalam kebingungan di padang maha luas Mahsyar….. menunggu hisab… terbayang aku bagian dari mereka terseok dalam kebingungan yang sama..tertunduk hina.. dan tidak tahu kemana akan menuju dan berapa lama menunggu giliran dihisab…
Banyak sekali manusia.. semua dalam rentang kuasaNya yang tak tertukar setiap amalan…yang setiap detiknya, juga disore yang damai itu, semua akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya. Semua sedang berbaris menuju Mahsyar, menuju mizan yang 100% presisi, menuju kitap catatan yang yang mencatat semuanya, semuanya! tak terkecuali..!
Sadarkah aku?…. barisan itu benar-benar menuju kesana..!
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: shortwave
![]()
Pagi itu sebelum pergi, aku sempatkan nguping Radio Jepang, siaran jam 23.00-23.20 UTC, fading dengan SIO 333 di frekw. 17810, topik fokus pagi itu cukup unik dan sisi kesungguhan orang Jepang tergambar dengan jelas.. “Misi terakhir relawan pengumpul tulang korban perang di Okinawa“.. pengumpul tulang..?ya sebuah tim relawan telah bekerja mengumpulkan tulang-tulang korban perang di Okinawa selama 20 tahun.. dan tahun ini adalah misi terakhir mereka.
tertegun juga mendengar ulasan itu.. betapa kesungguhan dan komitmen mereka sangat kuat untuk menguburkan dengan layak sisa tulang yang dapat ditemukan, di perkirakan masih sekitar 4000 korban yang belum ditemukan dari 20.000 korban tewas dalam pertempuran dengan Amerika pada akhir Perang Dunia II di Okinawa.
Anggota tim itu rata-rata berusia 70 tahun….
yah ! dan yang tertinggal dan dapat ku jumput gratis adalah hikmahnya.. semangat dan keiklhasan berbuat baik, kesungguhan dan rela memperjuangkan sesuatu yang diyakini, meski umur diujung penghabisan semangat berbuat untuk orang lain terus dan terus…
bisa nggak ya aku ikut-ikutan…
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah
![]()
Kekecewaan menempuh dunia pasti terjadi pada semua orang, bahkan bagi mereka yang telah berlimpah harta. Ketika satu hal terpenuhi maka hal lain mungkin tidak terpenuhi, sudah fitrahnya manusia akan selalu merasa kekurangan.Sayangnya kekecewaan itu tidak jauh seputar urusan dunia saja. Jarang ada yang kecewa karena urusan akhirat, kalaulah ada seperti sahabat Anas bin Malik yang selalu menangis saat mengenang ia terlambat sholat Subuh, mungkin hanya sedikit saja.
Itu karena semua orang telah berpihak. Satu berpihak pada dunia, dan sebagian lain berpihak pada akhirat.
Keberpihakan ini sesuai kadarnya masing-masing, tetapi pada dasarnya dalam satu wadah tidak terdapat dua isi kecuali yang satu akan mendorong satunya keluar dari wadah, atau mencampurinya sehingga tidak murni lagi.
ini adalah keberpihakan hati…
keberpihakan yang merupakan sebuah pilihan di dunia, ketika amal belum ada hisab, tetapi nanti ketika kehidupan akhirat telah datang dimana hanya ada hisab tiada lagi amal, maka keberpihakan itu bukan lagi suatu pilihan tetapi ketetapan yang tidak lagi bisa diubah.
Saat hati memilih untuk berpihak pada dunia, maka parameter bahagia dan tidak bahagia adalah materi, kekecewaan bersumber pada materi dan segala perhiasannya. Hati yang seperti itu hanya akan menuai kekecewaan tak berpenghabisan.. di dunia juga di akhirat yang kekal..
Saat hati memihak akhirat maka seluruh ikhtiar adalah mencari keridhoanNya. Hati yang seperti itu akan bahagia, ia putih bersih di dunia juga di akhirat yang kekal.
kemanakah kita berpihak..?
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag: hikmah
![]()
Hari itu.. dan beberapa hari setelah itu aku kehilangan saudaraku… ia tidak beredar! ia tidak terlihat diantara shaf jamaah yang biasanya ia hadir disana. Aku berpikir mungkinkah ia sakit..? karena beberapa hari kemarin ia mengatakan tidak sehat..ternyata dugaanku benar.. ia sakit!
Alhamdulillah saat ku tengok ia sudah lebih baik, dapat duduk-duduk tidak hanya tiduran, meski pucat masih tergambar diwajahnya. Dengan keyakinan bahwa tiap musibah yang menimpa adalah dispensasi dari Allah untuk menghapus dosa-dosa, semoga episode ini merupakan satu lagi bukti cintaNya yang makin mendekatkan ia kepadaNya.
Aku berpikir tentang sakit ini… suatu hal yang dapat menimpa siapa saja, bahkan orang yang dulunya sehat dan tak pernah sakit, tiba-tiba saja hanya dapat berbaring di tempat tidur dengan jadwal minum obat yang ketat..
Orang yang dulu kuat,… tiba-tiba menjadi orang yang tidak berdaya..
saat-saat orang sakit, ia kembali ke keadaan sebagaimana ia dilahirkan.. tidak berdaya, banyak hal sepele yang harus dibantu orang lain untuk melakukannya, ataupun kalau ia mampu melakukannya, maka harus dengan susah payah..
belum lagi biaya yang terkuras untuk pengobatan!.. banyak orang yang sakit dalam beberapa hari menghabiskan jutaan atau puluhan juta, yang mungkin merupakan hasil kerjanya selama beberapa bulan atau tahun..
mengingat saat saat-sakit seperti itu.. terasalah betapa nikmat sehat adalah nikmat yang luar biasa, nikmat yang mestinya kita syukuri dan tidak disia-siakan. Sehat adalah anugerahNya yang membentangkan jalan bagi kita untuk berikhtiar dalam banyak hal, mengisi kehidupan, dan mempersiapkan bekal pulang kita kepadaNya. Sayang kita sering lupa dengan hal itu dan terlena dalam nikmat sehat.. jangankan menyukuri , banyak waktu sehat kita hanya hilang dalam kesia-sian yang makin mempertebal catatan amal keburukan kita..
semoga hikmah ini mendalam dalam dasar kalbuku dan mengkristal menjadi kesadaran dalam memanfaatkan nikmat sehat untuk hal yang lebih hakiki dan pasti.. Amin..
