Allah masih memberi kesempatan
Juli 2, 2008, 2:40 am
Diarsipkan di bawah:
hikmah | Tag:
Asa,
cinta,
Cita,
hikmah,
Karunia,
Kesempatan,
Pernikahan,
Syukur,
Terimakasih
Allah masih memberi kesempatan
sebuah karunia tetaplah menjadi karunia, ketika hati menerimanya dengan ikhlas maka keindahan terwujud menjadi nyata. ribuan debu yang mengepul di padang penantian, tersibak menjadi jalan terang berpengharapan… sebuah asa ditambatkan disana, untuk meraih cita-cita tertinggi : keridhoanNya.
episode kehidupan terlipat ke masa lalu dan berganti dengan halaman baru, ada banyak warna yang ingin aku kenang tapi lebih banyak lagi warna yang ingin aku lihat di bercahayanya masa depan… "aku" berpendar menjadi "kami" dalam itu dan berusaha menggapai cita tanpa rasa jemu…
jika bingkainya tak pas karena warna yang kontras, kami membalutnya dengan kertas yang pas agar harmoninya terlihat…
Jika tidak match karena background yang berbeda, kami menambahi pernak pernik agar kombinasinya menghasilkan pembaruan yang artistik…
Jika ia tergantung terlalu tinggi didinding cita-cita, kami tidak akan menurunkannya agar dapat menjangkaunya, tapi kia buatkan tangga agar setinggi apapun cita-cita itu tetap dapat diraih…
Jika karena angin ia tergoyang, kami bersiap dengan segala daya agar tidak jatuh dan menguatkan kembali kaitnya dengan kebersamaan agar tetap di posisi yang tepat.
waktu mengembalikan setiap insan ke dalam takdirnya, sejauh apapun ia berjalan tak kan pernah ia menuju kecuali ke pangadilanNya yang pasti. dunia hanyalah sarana perjalanan menuju kehidupan kedua yang kekal, jika setapak jalan ini berlaku di garis takdirku : aku beryukur masih dapat meraihnya…
aku bersyukur… Allah masih memberikan kesempatan ini kepadaku…
Rabb… terimakasih Engkau berikan kesempatan ini…
Kesuksesan itu sangatlah dekat
Seperti berbingarnya jiwa yang meretas di fajar merah, untuk sebuah kebahagiaan tak akan pernah ada kata menyesal…
Inilah harga mati yang tak bertawar : "kesuksesan adalah ketika kaki kita telah melangkah di dalam surga", sebuah idealisme yang membumi di hati menghujam jantung memaku tiap persendian ke dasar pemahaman penghambaan yang tak terputus sampai akhir… Konsekuensi makhluk yang percaya akan Tuhan, dan menerima syariatnya tanpa basa-basi…
Sebuah episode peperangan dasyat dimulai dengan kepayahan yang bertumpuk-tumpuk, dalam gelap-terang bumi yang ambivalen, sedikit saja yang bertahan, sebagian besar menjadi korban, disandera di gudang-gudang nafsu dan mati untuk menunggu siksa. Banyak lagi yang terluka - sedikit saja luka menganga- dibiarkannya hingga menjadi syndrom akut yang tak tersembuhkan dan sebagian lagi terluka parah lalu koma tanpa tahu kapan akan berakhir…
dan diantaranya tersisa sedikit korban terluka yang kecil dan yang parah tapi kemudian dapat disembuhkan, sehat dan kuat untuk kembali berperang dengan pedang terhunus menghadang musuh dimanapun… kepahlawanan yang pasti terbayar, untuk tiap tetesan keringat, dan darah.. tak akan pernah ada yang sia-sia
di medan ini yang berjaya hanya jiwa-jiwa pendamba surga, yang enggan berbagi dengan kenikmatan sesaat, mereka rela berdarah-darah untuk sebuah kesuksesan yang sesungguhnya.
dan sungguh…. kesuksesan itu sangatlah dekat…
(Q.S. Al Mu’minuun 111-114)
111. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena
kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang
112. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui
Perasaan Positif
pagi ini pasti cerah, mentari bersinar sempurna, langit biru terhampar penuh pesona… sekalipun hujan, pastilah hujan yang menyegarkan….hidup di hari ini pasti menyenangkan, semua urusan akan lancar, masalah kemarin akan teratasi dengan baik, pekerjaan pasti akan beres.
saatnya hari ini untuk berbagi kebaikan, kepedulian dan berbuat yang terbaik untuk orang lain, pasti aku bisa!
pokoknya hari ini the best-lah…
juga besok, lusa, dan lusanya lagi.. hmmm ada banyak harapan disana dan segudang suasana kebaikan yang pasti teraih
ups.. aku belum siap-siap, panggilan muadzin terdengar merdu diseberang sana…aku bergerak menujunya dan kubiarkan perasaan positif menguasaiku, membawaku terbang bersama detak sejarah yang tergelar di lorong waktu…
(imajinasi kuantum yang terbebaskan - hasil kontemplasi sesaat setelah membaca Quantum Ikhlas dari Erbe Sentanu - sebuah karya yang menggugah. Syukron pakUstadz atas pinjamannya)
Tetaplah berbuat baik
Tetaplah berbuat baik
Ketika orang yang telah kau anggap dekat kini terasa menjauh…
tetaplah berbuat baik, bebaskan jiwamu dengan cinta dari dasar hati.. tetaplah tersenyum yang tulus, biarkan kebaikanmu menutup luka dihati, biarkan ia tumbuh menjadi penyejuk pikiran dan perasaanmu..dan membebaskan belenggu kesedihan yang menghampirimu.. .
Ingat dan simpanlah rapat di memorimu kebaikan-kebaikannya, senyum tulus dan nasihat-nasihatnya, do’a-do’anya, kehadirannya ketika engkau membutuhkannya dan segala yang benar tentang dia di waktu yang lalu…
Kubur dan lupakan semua yang terlintas dalam pikiranmu yang kau anggap sebagai keburukannya kepadamu, biarkan ia menjadi debu di masa lalu dan tak akan pernah kau ingat lagi…
Lihatlah cintaNya yang lebih kekal, kedekatanNya yang tak menjauh meski waktu telah berlalu, janji-janjiNya yang tak pernah teringkari, masuki dimensi kebaikan yang berpusat pada sifatNya, dan biarkan jiwamu bebas…
bersyukurlah atas karuniaNya telah menghadirkan dia dan kebaikannya dalam kehidupanmu

Fajar harapan mendamba para pecinta
Fajar harapan mendamba para pecinta, menelusuri horison takdir dan menenggelamkan diri untuk berbekal di dunia yang menua, kisah hidup para petualang dimulai lagi…
Hari berawal dari temaram guratan cahaya subuh yang syahdu seperti panggilan para pecinta kepada yang dicintainya, langkah-langkah ringan beriringan menuju hamparan permadani kedamaian untuk menunaikan sujud pembuka hari yang penuh karunia. Ada ketundukan dalam dzikir sirri selama perjalanan seperti tunduknya mahluk dalam kepasrahan ketika setiap diri dipanggil untuk bertanggung jawab di hari penghisaban. Ada harapan bahwa setiap langkahnya adalah kebaikan dan langkah yang lainnya adalah penghapusan dosa, ada kecemasan akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya dan waktu yang mungkin tak lagi tersedia untuk menebusnya. Sinergi itu terangkat dalam takbir memahabesarkanNya hingga salam.
Sebuah symphoni perjalanan kehidupan yang syahdu dan menyejukkan, hanya bagi mereka yang tersadarkan akan hakikat kehidupan yang sesungguhnya, bukan untuk bermain-main dengan perhiasannya yang menggoda setiap indra, tapi untuk menjalaninya dengan ketundukkan akan diri hamba yang tercipta tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Meski waktu memberangus semuanya dan menyisakan kepedihan bagi para pencari dunia, namun mereka tidak bergeming dari kekhusyukan menyembahNya. Setiap episode kehidupan yang mereka jalani sarat dengan hikmah dan tidak terlupa untuk memungut setiap serpihannya yang tersisa dari hari-hari mereka.
Tajamnya pisau matahari membelah hari dari ujung ke ujung, tak menyisakan satupun, semua terlempar satu masa ke depan dan menutup kisah hari itu sebagai masa lalu…
Dan diriku…. Hanya mampu memandang dengan takjub pada mereka.. sementara kaki dan tanganku terbelenggu rantai-rantai dunia, ketika hari ini berlalu aku masih dalam kehinaan yang sama…
Rabb ijinkan aku menggapai hidup seperti mereka…
Rabb.. ampuni hamba…
Setiap hari, gemertak jarum jam menutup jeritan menit dan tangisan detik, dan memutarnya kembali ke titik awal, tidak ada perubahan dalam fitrah ini, semua berjalan dalam skenario maha dasyat yang telah dipastikan, tidak terkecuali hari ini.
Teknologi Ramah Lingkungan
Kemajuan teknologi menjadikan kehidupan lebih mudah dan menyenangkan, tapi dampak negatif kemajuan itu juga tidaklah sedikit, misalnya polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemborosan sumbar daya alam yang tidak dapat diperbaharui.Seandainya kemajuan teknologi hanya mengutamakan kecanggihannya tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya bagi kehidupan maka sesungguhnya kehadirannya bukanlah kemajuan tapi justru sebuah kemunduran. Teknologi yang merugikan bagi lingkungan adalah sebuah belati yang menikam dari belakang.
Kehadiran teknologi ramah lingkungan adalah solusi bagi kehidupan berkesinambungan yang dapat dipertanggungjawabkan, kebutuhan akan hal itu adalah mutlak. Jika tidak , maka hal itu akan menjadi beban berat bagi generasi berikutnya dimana mereka akan mewarisi sampah polusi dan segudang masalah lingkungan yang mempengaruhi kehidupan paling dasar.
Sayangnya kemajuan teknologi ramah lingkungan ini masihlah hal langka (juga mahal), hanya dapat dinikmati dengan pengorbanan sumber daya yang besar dan oleh negara-negara maju saja. Sementara masyarakat negara berkembang masih kesulitan mengakses teknologi semacam ini. Padahal banyak sumber daya alam dan pendukung kehidupan bumi berbasis di negara-negara berkembang. Sehingga terdapat kesenjangan antara usaha pelestarian lingkungan dengan penerapan teknologi yang mendukungnya.
Kesenjangan ini hanya dapat diatasi jika negara maju memberikan kemudahan bagi negara berkembang untuk mengakses teknologi ramah lingkungan yang mereka hasilkan seluas-luasnya. Sehingga ada sinkronisasi antara pelestarian lingkungan dengan teknologi yang digunakan. Jangan sampai ketika negara berkembang dapat menikamati teknologi ramah lingkungan pada saat itu lingkungan sudah terlanjur rusak atau terpolusi parah, hutan telah habis, air tercemar, udara kotor, sampah menumpuk, sumber daya alam menipis drastis, dan manusia sedang sakit-sakitan menghadapi gejala perubahan iklim global.
Tentu ironis sekali ketika sebuah mobil hybrid yang ramah lingkungan melintas di sebuah kawasan, dimana di salah satu sudutnya terdapat sampah yang menumpuk, display pencatat kondisi udara menunjukkan kandungan CO2 yang tinggi, air kekuningan melintas disungai yang tak ada lagi ikannya, dan disalah satu rumah sedang terbaring seorang anak yang sakit karena udara kotor…
(Tulisan ini terinspirasi dari Fokus Radio Jepang tentang " Teknologi Mobil Hybrid" yang disiarkan 19 Maret 200