Merangkai Asa di Babussalam 3J

Hari berikutnya setelah Sepuluh Maret, perjalanan episode baruku dimulai kembali. Di titik ini aku semakin merasakan betapa beruntungnya aku, di saat-saat butuh bantuan banyak saudara yang siap sedia membantu, mengantar, mengurus ini itu.

Selasa pagi semua dipersiapkan, tujuan utama menuju rumah sakit daerah yang kemarin merawatku, tapi karena jauh pilihan lain dijatuhkan, kami mau mencoba rumah sakit swasta terdekat dulu. Sebelum kesana harus mengurus dulu rujukan ke puskesmas agar nanti asuransi kesehatanku bisa digunakan, tidak semulus itu ternyata, ada kekurangan persyaratan yang menuntutku harus bolak-bailik plus antri puskemas-kantor asuransi-puskesmas lagi. Alhamdulillah menjelang tengah hari rujukan beres.

Ketika matahari mulai terik kami menuju rumah sakit swasta terdekat, di pendaftaran mendapat info kalau dokter bedahnya baru ada besok!

kelamaan, cidera tulang harus segera ditangani” kata saudaraku

Akhirnya dengan beberapa pertimbangan kami melanglang jauh menuju rumah sakit daerah yang kemarin merawatku, untungnya sudah didaftarkan pagi-pagi oleh pihak yang kemarin menyerempetku sehingga ketika kami sampai sana langsung diperiksa.

ini harus operasi mas, nanti kalau langsung dapat kamar, operasi baru bisa dilaksanakan Kamis, atau kalau mau cepat ke rumah sakit swasta dekat sini saja, nanti lewat ICU, dokternya senior saya dan kemungkinan bisa dapat penanganan segera, juga disana terima asuransi seperti disini, sama-sama rumah sakit tipe B,  gimana?

“ke rumah sakit swasta yang dekat sini saja dok!”
“baik saya buatkan catatan untuk sana”
“terimakasih dok”

Ada harapan dan ada keraguan, ketika dua rumah sakit tidak bisa memberikan layanan yang diharapkan,  di tahap ini kelelahan sudah mulai mendera, Panas hari dan ketidaknyamanan menyelimuti sepanjang jalan. Semoga rumah sakit ketiga ini bisa menjadi peraduan akhir perjalanan pencarianku hari ini.

Alhamdulillah, di titik ketiga ini, kami bisa bernafas lega, setelah proses pendaftaran dan observasi di ICU aku segera mendapat kamar, meski tidak di kelas yang diharapkan, tidak apa-apa yang penting segera mendapat kepastian penanganan. dan di Babussalam 3J akhirnya aku dapat merebahkan raga, dan mendulang segala harapan agar semua prosesnya cepat dan lancar.

Besok harinya, sekitar setengah empat sore aku masuk ruang operasi, dan sekitar satu jam berikutnya aku sudah keluar lagi, alhamdulillah semua lancar.

Seluruh proses utama sudah dijalani, kini tinggal bersabar menapaki sisanya. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan kecuali Dia yang Maha Sempurna, meski aku berusaha tabah, malam pertama setelah operasi adalah malam yang sangat berat, harapan akan segera datangnya pagi terasa diawang-awang, jam bergerak sangat lambat, dan rasa nyeri di bagian yang dioperasi membuat detik terasa berhenti.

Ya Rabb… kuatkan hamba…